NASIONALOPINI POLITIK

Anies Baswedan Mencari Tempat Berlabuh

×

Anies Baswedan Mencari Tempat Berlabuh

Sebarkan artikel ini

Jakarta || delinews24.net

Kabar Anies Baswedan akan kembali maju dalam Pilgub DKI Jakarta masih santer didengar publik. Tapi banyak pula yang mempertanyakan, lewat jalur mana dia jika memang memutuskan kembali menjadi gubernur di DKI?

Tidak mau ketinggalan setiap partai politik pun turut menyoroti bagaimana langkah Anies pasca menjadi kontestan dalam pilpres 2024 kemarin. Salah satunya Golkar yang buka suara, dia Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily berseloroh mengenai nasib Anies yang akan turun pangkat apabila kembali maju Pilkada DKI Jakarta 2024.

“Mau turun pangkat lagi dari capres menjadi cagub lagi gitu?” kata Ace saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen Senin lalu. Sontak saja selorohan itu membuat pihak Anies tersentil hingga juru bicaranya maju memberikan tanggapan perihal posisi Anies nanti dalam Pilgub.

Juru Anies Baswedan Billy David coba menyarankan Golkar untuk kembali melakukan koordinasi di internal, karena dia menyebut ada kader Golkar Jakarta yang ingin berpasangan dengan Anies saat Pilkada nanti.

Billy membeberkan saat ini Anies tengah menimbang keputusan politiknya untuk berlaga memperebutkan kursi DKI 1.

“Pak Anies sedang menakar dan mengkaji terkait keputusan berlaga di Pilgub DKI. Sikap politiknya akan diumumkan nantinya,” jelas Billy.

Selain itu, Ace juga mempertanyakan jika nanti Anies maju ke Pilgub DKI lagi, siapa partai yang mau mengusungnya. Publik tahu sendiri pasca pilpres usai, Koalisi pengusung Anies dan Muhaimin Iskandar pecah. Bahkan pasangannya sendiri dan partai Nasdem yang mengusungnya menjadi capres, langsung bergegas mengamankan posisi di pemerintahan dengan bergabung pada koalisi capres terpilih Prabowo Subianto.

Bak bom, pertanyaan itu memang yang seharusnya juga menjadi pertimbangan Anies di masa transisi ini. Pasalnya dia bukan berasal dari kader partai politik, setiap maju ke ajang pemilu dia kerap diadopsi dari berbagai parpol.

Dulu pernah tinggal dan gagal di Demokrat, lalu diusung Gerindra saat menyalonkan diri pada pilgub DKI hingga menjabat gubernur satu periode dan terakhir pilpres kemarin diusung oleh Nasdem. Lalu parpol mana yang bakal menjadi rodanya nanti jika maju dalam pilgub DKI?

Parpol koalisinya yakni PKS dan PKB pun secara terang-terangan menempatkan Anies di posisi ban serep, dimana Anies bakal membantu kader mereka untuk maju dalam pilgub di ibukota.

Hal itu digamblangkan sendiri oleh jubir PKS Muhammad Kholid yang mengatakan harapan DPP PKS, keputusan mereka jelas menginginkan Anies tak maju dan bisa mendukung kader yang telah disiapkan. Bahkan PKS sangat berharap Anies mau menjadi juru kampanye agar partai berwarna oranye itu bisa berkuasa penuh di Jakarta setelah menjadi partai pemenang DPRD.

Begitu pula dengan PKB yang turut mengutarakan keinginannya, nama Anies menjadi skenario terbuka yang tidak dipilih menjadi prioritas utama. Sebab, mereka sendiri sudah mengantongi nama kader mereka sendiri yakni Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah yang bakal jadi prioritas utama untuk diusung nanti.

Lalu bakal kemana nanti Anies akan melabuhkan langkahnya untuk kembali eksis di Pilgub DKI? Gerindra sendiri sudah sangat pede untuk memajukan kadernya sendiri pasca jadi pemenang pilpres. Sedangkan PDIP seperti pilgub sebelum-sebelumnya, mereka juga akan mengeluarkan kadernya sendiri.

Seperti yang diungkapkan jubirnya, Anies masih menimbang kemana arah politiknya setelah ini. Publik pun masih bertanya-tanya akankah Anies akan bergabung dalam pemerintahan atau tetap maju dalam ajang pilkada nanti dengan lobby parpol yang bakal menjadi roda politiknya.