PERLINDUNGAN ANAKSimalungun

Bayi di Simalungun Dimasukkan ke Jok Motor, Dibuang di Kebun Teh, dan Berakhir Meninggal Dunia

×

Bayi di Simalungun Dimasukkan ke Jok Motor, Dibuang di Kebun Teh, dan Berakhir Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

Simalungun || delinews24.net

Kejadian pilu menimpa seorang bayi perempuan yang dibuang di kebun teh oleh sepasang kekasih di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Viki Ariya Ramanda (18) dan Aliya Sahara (18) ditangkap oleh pihak kepolisian pada Rabu (22/5) setelah diduga membuang bayi mereka yang baru lahir.

Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Ghulam Yanuar, mengungkapkan bahwa bayi tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang warga bernama Bernike Siburian pada Senin (13/5) di kebun teh Kecamatan Pematang Sidamanik.

Bernike, yang sedang dalam perjalanan pulang dari ladang, mendengar tangisan bayi yang berasal dari semak-semak. Setelah mencari sumber suara, ia menemukan bayi tersebut dalam kondisi penuh luka gores dan robek akibat semak-semak.

“Bayi tersebut mengalami banyak luka gores di bagian tubuh dan luka robek di kepala. Saat ditemukan, bayi masih dalam keadaan hidup,” ujar Ghulam.

Bernike segera memanggil warga lain untuk membantu menyelamatkan bayi itu. Bayi tersebut kemudian dibawa ke puskesmas terdekat dan dirujuk ke RS Parapat. Namun, dalam perjalanan ke rumah sakit, bayi itu meninggal dunia.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa bayi tersebut dilahirkan di rumah Aliya. Setelah melahirkan, Aliya meminta Viki untuk membawa bayi itu ke panti asuhan. Namun, Viki malah membuang bayi tersebut di kebun teh.

“Bayi ini mulanya dibalut dengan sepotong kain dan dimasukkan ke dalam jok motor oleh Viki. Setibanya di kebun teh, Viki meletakkan bayi tersebut di semak-semak,” jelas Ghulam.

Orang tua Aliya mengaku tidak mengetahui kejadian ini karena Aliya sering mengurung diri di kamar. Sang ibu bekerja sebagai pembantu rumah tangga, sementara ayahnya bekerja sebagai tukang arit padi.

IPTU Ivan Roni Purba dari Sat Reskrim Polres Simalungun menambahkan bahwa penangkapan kedua pelaku berawal dari informasi warga yang mencurigai kondisi perut Aliya yang sempat membuncit. Setelah diinterogasi, Aliya mengakui telah melahirkan bayi perempuan hasil hubungannya dengan Viki.

Akibat perbuatannya, Viki dan Aliya kini ditahan dan dijerat dengan Pasal 340 Sub Pasal 338 lebih Sub Pasal 351 ayat (3) Jo Pasal 343 Jo Pasal 80 ayat (3) UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Kejadian ini menambah daftar panjang kasus kekerasan terhadap anak yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak untuk mencegah hal serupa terulang kembali.