RUANG BACA

Biaya Hidup Kian Menghimpit, Cari Pekerjaan Makin Sulit?

×

Biaya Hidup Kian Menghimpit, Cari Pekerjaan Makin Sulit?

Sebarkan artikel ini

Tak jarang saat menikmati waktu bersama teman kebanyakan dari mereka kerap membicarakan perihal susahnya mencari pekerjaan di negeri sendiri, dan membuat banyak dari warga negara kita bertolak ke luar negeri mencari pekerjaan untuk mendapatkan cuan demi keberlanjutan kehidupannya serta keluarga yang di cintainya.

Saya pun tak mengelak atau membantah cerita temanku, mengingat kedua mataku juga sering berjumpa dengan mereka yang tampil rapih serta membawa amplop coklat berukuran tak besar juga tak kecil, cukup untuk memasukkan kertas berukuran A4.

Pun di kanal pemberitaan, tak sedikit pula yang mengangkat informasi seputar sukarnya warga kita, juga mereka yang berstatus sarjana tengah mencari peruntungan di beberapa perusahaan. Berdiri sembari mengusap peluh, berharap keberuntungan berpihak kepada mereka.

Terkadang diriku juga mencoba menerka, mengapa negara kita yang memiliki puluhan, ribuan bahkan jutaan perusahaan yang berdiri kokoh di berbagai wilayah tak bisa memberikan lapangan pekerjaan yang bisa mencakup warganya agar lebih sejahtera kehidupannya?

Selain sulit, nyatanya banyak dari perusahaan yang memberikan persyaratan mengenai batas maksimal pelamar. Ya seperti yang kita ketahui sekarang, jika pelamar maksimal harus berusia 25-30 tahun. Sepertinya syarat itu sudah banyak diterapkan di perusahaan, dan mungkin sudah menjadi kualifikasi paten.

Namun ironisnya, belum lagi jika perusahaan memiliki persyaratan lain. Contohnya memiliki pengalaman 1-2 tahun dalam bidangnya.

Lantas bagaimana dengan nasib pelamar yang memang baru lulus sekolah atau kuliah yang masih dicap “fresh graduate” dan belum memiliki keahlian?

Semua itu butuh belajar dan berproses. Sama dengan skill/keahlian, seorang individu perlu mendapatkan kesempatan untuk belajar mulai dari 0 dan berlatih. Dengan begitu, baik kognitif sekaligus life skillnya dapat berkembang seiring berjalannya waktu. Dan kemudian mereka dapat melakukan job desc sesuai dengan posisi dalam perusahaan.

Selain usia dan pengalaman, masalah lain yang kiranya mempersulit atau menghambat untuk mendapatkan pekerjaan adalah “Kekuatan Orang Dalam.”

Percaya atau tidak, keberadaan “Orang Dalam” akan mempermudah suatu urusan ataupun persoalan. Hal ini juga mengacu pada seorang perantara yang hendak memuluskan atau memperlancar orang lain untuk menyelesaikan masalah. Salah satunya dalam mencari pekerjaan.

Sudah bukan menjadi rahasia lagi, karena situasi semacam itu sudah banyak terjadi dalam dunia pekerjaan.

Menjadi dewasa memang seperti permen nano-nano, terkadang ada manisnya, tapi tak ketinggalan dengan asam dan asinnya.

Jadi tinggal bagaimana kita berusaha dan terus berdoa, agar harapan dan cita-cita kita dapat diijabah oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Ingat, yang namanya rezeki tidak akan lari atau salah alamat. Sejatinya Tuhan telah memberikan rezeki pada umatnya sesuai dengan porsinya.

Terus berjuang dan berusahalah teman-teman yang saat ini tengah mencari pekerjaan. Usaha tak akan menghianati sebuah proses. Jika sekarang ini teman-teman belum mendapatkan pekerjaan dan pantang menyerah demi memperoleh karier, yakinlah jika di esok hari yang cerah keberuntungan itu akan menjadi milikmu.