banner idul fitri
Batu BaraBreaking NewsKesehatan

Catatan Hitam Warga Atas Pelayanan Puskesmas Labuhan Ruku

Avatar photo
496
×

Catatan Hitam Warga Atas Pelayanan Puskesmas Labuhan Ruku

Sebarkan artikel ini
Puskesmas Labuhan Ruku di Batu Bara
Puskesmas Labuhan Ruku di Batu Bara

Delinews24.net – Sebuah catatan hitam kini ditorehkan warga atas pelayanan Puskesmas Labuhan Ruku yang dinilai tidak memiliki hati nurani. Bagaimana bisa orang-orang yang telah disumpah untuk melayani masyarakat terutama dalam bidang kesehatan mampu mengabaikan pertolongan yang sangat dibutuhkan seorang anak A yang tengah kesakitan dalam antrian.

Bahkan jerit kesakitannya terdengar jelas oleh seisi Puskesmas Labuhan Ruku yang seharusnya jika nuraninya digunakan dengan baik sudah mengerti apa yang kita sebut sebagai skala prioritas layanan.

Raman (45), membawa anaknya A (4) yang tengah mengerang kesakitan bersedia duduk menunggu di bangku antrian sesuai prosedur yang telah ditetapkan pihak Puskesmas pada hari Senin (18/03/2024) sekitar pukul 10.00 WIB.

Raman yang merupakan warga Jl. Imam Bonjol Lingk VII Kel Labuhan Ruku Kec Talawi bukannya arogan. Dokumen-dokumen yang diminta pihak Puskesmas sebagai syarat untuk berobat seperti KK telah ia serahkan.

Namun, setelah lebih dari 2 jam ia dan anaknya A menunggu, belum juga dipanggil sementara A sudah mulai menangis karena tak tahan dengan sakit yang ia rasakan. Namun Raman sangat kecewa dengan cara kerja oknum Puskesmas setelah mengetahui bahwa berkas antriannya ditumpuk-tumpuk oleh pasien yang datang belakangan.

Lalu datanglah giliran A ditimbang oleh seorang petugas dan disuruh untuk menunggu lagi 10 menit setelahnya. Namun, lagi-lagi kesabaran Raman terus mereka uji dengan ketidakjelasan kapan giliran A untuk diperiksa.

Ketika satu persatu para pasien yang datang setelahnya dipanggil, Raman mulai gelisah. Ada apa dengan pelayanan Puskesmas sehingga anaknya A yang bahkan tangisannya jelas terekam dalam CCTV tak juga mendapat giliran.

Ketika Raman mulai memberanikan diri untuk menanyakan ketidakadilan yang ia rasakan kepada salah satu oknum petugas Puskesmas malah jawaban menohok yang ia dapatkan. Petugas itu mempersilahkan Raman untuk keluar dan mencari Rumah Sakit lain. Hal ini sangat menyakitkan bagi siapapun yang mengalaminya.

“Hal ini sungguh memilukan bagi saya. Bagaimana saya sebagai pasien biasa begitu tidak ada nilainya,” keluh Raman lirih.

Peristiwa ini semakin menguatkan adaya kesenjangan yang sangat lebar bagi pasien yang ingin mengakses layanan kesehatan di Puskesmas Labuhan Ruku. Mengguncang transparansi dan keadilan dalam sistem tatakelola pelayanan kesehatan di Puskesmas Labuhan Ruku.

Raman juga bersaksi bahwa dokter sering tidak tersedia disitu.

“Kalau kalian tidak percaya dengan perkataan saya, silahkan buka kembali CCTV jam berapa anak saya baru mendapatkan pelayanan oleh dokter,” tegas Raman.

Kenyataan pahit tersebut menggugah Raman untuk meminta kepada Dr. Denny Syahputra dari Dinas Kesehatan Batu Bara agar oknum petugas Puskesmas yang ia maksud tersebut diberi sanksi tegas.

Namun, ketika pewarta ini mencoba untuk mengkonfirmasi insiden terebut kepada Kepala UPT Puskesmas Labuhan Ruku, dr. H. Sarbaini, sampai berita ini diturunkan belum dapat dihubungi.(Staf07).