banner idul fitri
Peristiwa

Gempa Dangkal Laut Jawa: Cerita Lama Terbentuknya Pulau Jawa

247
×

Gempa Dangkal Laut Jawa: <span style='color:#808080; font-weight: 400;'>Cerita Lama Terbentuknya Pulau Jawa</span>

Sebarkan artikel ini

Gempa tektonik meletup di tengah Laut Jawa pada Jumat siang 22 Maret 2024 TU. Magnitudonya 6,1 (5,9 menurut pembaharuan #2). Episentrumnya 60 km sebelah barat Pulau Bawean (Kab. Gresik, Jawa Timur).

 

Mengejutkan, sumbernya sangat dangkal (hanya 10 km). Menandakan gempa ini adalah gempa kerak dangkal dari sesar aktif setempat. Bukan dari subduksi lempeng Australia – lempeng Sunda (Eurasia), yang di kawasan Pulau Bawean dan sekitarnya menghasilkan sumber-sumber gempa dengan kedalaman > 500 km.

 

Dari data akselerometer, BMKG menyebut gempa ini memproduksi getaran berintensitas maximum 5 MMI. Sesuai pengalaman empirik Indonesia, pada tingkat intensitas itu laporan-laporan kerusakan ringan mulai ada. Dari mekanisme fokusnya, gempa langka ini disebabkan pematahan mendatar (strike).

 

Nah, bagaimana bisa ada sesar mendatar aktif di tengah² Laut Jawa?

Kisahnya bermula dari ~90 juta tahun silam. Saat pecahan Australia yang memisahkan diri seiring terbelahnya superbenua Gondwana berbenturan dengan Indonesia bagian barat. Peristiwa itu membentuk Pulau Jawa kita.

 

Kalau kita tarik garis imajiner dari Tanjung Karangbolong (Kab. Kebumen) ke Semenanjung Muria (Kab. Jepara), semua area di sisi timur garis itu berasal dari Australia. Jejak peristiwa ini masih dijumpai sebagai cabikan-cabikan tektonik sangat panjang.

Cabikan tektonik itu merentang dari Perbukitan Karangbolong di selatan hingga Pegunungan Meratus di utara. Inilah sesar besar Kebumen-Muria-Meratus, istilah dari Awang Satyana & Purwaningsih (2002). Sesar besar yang aktif mulai ~60 juta tahun lalu dan kini praktis sudah mati.

 

Namun beberapa bagiannya masih ada. Misalnya sesar Pati (selatan G. Muria) yang masih aktif. Lalu di Laut Jawa, menurut riset Lunt (2019) ada 2 sesar lain yang terhubung, masing-masing sesar Muria (Laut) dan sesar West 15. Disebut sesar West 15 karena jadi batas bagi cekungan West 15.

 

Pada area di sekitar titik pertemuan dua sesar inilah gempa dangkal nan langka di Laut Jawa meletup tadi siang.

 

Dampak non-insani Gempa Bawean (M6,4) 

 

Luapan lumpur Bledug Cangkring, gununglumpur (mud volcano) aktif (7,118856° LS 111,109143° BT) yg berada di sebelah barat Bledug Kuwu.

Erupsi yg dipicu gempa?

 

Seiche yang dipicu gempa Bawean, pada kolam koi di salah satu perumahan Surabaya.

Seiche adalah resonansi pada badan air terbatas yg dipicu gelombang permukaan gempa bumi. Sehingga air beriak membentuk pola standing wave. Jika luasan badan air cukup besar, seiche berpotensi merusak.

Seiche juga, terjadi pada kolam ikan di Lamongan.

 

Seiche bisa terjadi di bak air kamar mandi, kolam ikan, akuarium besar, kolam renang hingga selokan/sungai.

Kenapa di Surabaya getarannya terasa keras? Peta intensitas dari USGS ini menunjukkan kota Surabaya menerima getaran 5 MMI. 1 magnitudo (10x) lebih tinggi dibanding pantura Jawa Timur umumnya.

Penyebab? Kota ini berdiri di sedimen berusia sangat muda secara geologis

Sumber ; The Ekliptika Institute