Pojok HAM

Hak Asasi Manusia Dari Perspektif Jurnalistik

×

Hak Asasi Manusia Dari Perspektif Jurnalistik

Sebarkan artikel ini

Manusia hidup bermasyarakat, maka agar kehidupan bersama dalam masyarakat itu berlangsung secara harmonis sudah barang tentu ada ketentuan umum yang tidak boleh dilanggar yakni berupa nilai-nilai dan norma.

Keberadaan nilai dan norma itu secara otomatis mengurangi hak pribadi, bahkan dapat membatasi kemerdekaan perseorangan. Inilah yang disebut dengan HAM (Hak Asasi Manusia)

Karena nilai dan norma kemasyarakatan tidak selalu sama dalam berbagai bangsa, maka HAM bagi Masyarakat pun berbeda untuk setiap bangsa.

Hak asasi manusia adalah hak-hak dasar yang melekat pada diri manusia, tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia. Menurut John Locke HAM adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati.

Hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan ini berlaku secara universal.

Menurut UU No. 39 tahun 1999 tentang HAM dinyatakan pengertian Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

Sedangkan Kewajiban dasar manusia adalah seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan, tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia.

Berdasarkan uraian tersebut akhirnya manusia sadar bahwa sesungguhnya sejak semula (semasih dalam kandungan) setiap manusia mempunyai hak asasi yang harus diakui dan dihormati semua pihak. Hak ini lebih agung sifatnya dari pada hak raja selaku pemegang kekuasaan duniawi, karena langsung merupakan pemberian Tuhan.

Secara umum HAM dapat dibedakan menurut sifatnya sebagai berikut:

– Personal rights, yaitu hak pribadi yang meliputi kemerdekaan bersikap, bertindak/bergerak, berpendapat, memeluk agama/idealisme, hubungan sex dsb.

– Political rights, yaitu hak politik pemerintahan yang meliputi turut memilih dan dipilih, mendirikan partai politik, mengadakan petisi, demonstrasi, berkumpul, berpartisipasi dalam politik dsb,

Property rights, yaitu hak asasi ekonomi yang meliputi hak milik benda, membeli dan menjual, mengadakan janji dagang dsb, tanpa campur tangan pemerintah secara berlebihan, kecuali peraturan bea cukai, pajak dan pengaturan perdagangan pemerintahan.

– Social and cultural rights, yaitu hak masyarakat dan budaya yang meliputi hak memilih pendidikan dan pengajaran dan mengemabngkan kebudayaan yang disukai serta mengamalkannnya dalam masyarakat.

– Rights of legal equality, yaitu hak mendapat perlakuan yang sama menurut hukum dan kedudukan sederajat di hadapan hukum dan pemerintahan.

– Procedural rights, yaitu hak tata cara peradilan dan jaminan perlindungan yang meliputi proses dan prosedur tata cara peradilan menurut peraturan yang sah dan lelgal sebagai bukti pelaksanaan HAM, misalnya perihal penahanan, penggeledahan, peradilan dan vonis.

Pada hakikatnya, hak asasi manusia sendiri adalah merupakan upaya menjaga keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui aksi keseimbangan antara kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum.

Begitu juga upaya menghormati, melindungi, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia menjadi kewajiban dan tangung jawab bersama antara individu, pemeritah (Aparatur Pemerintahan baik Sipil maupun Militer), dan negara.

Berdasarkan hal tersebut dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa sisi pokok hakikat hak asasi manusia, yaitu :

· HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun di warisi, HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis.

· HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan politik atau asal usul sosial, dan bangsa.

· HAM tidak bisa dilanggar, tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. Orang tetap mempunyai HAM walaupun sebuah negara membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM.

HAM dimiliki oleh setiap individu yang merupakan hak dasar yang bila mendapat ancaman maka ia boleh menuntutnya.

Pelanggaran HAM dapat terjadi dengan dua cara yaitu:

– Negara secara aktif melakukan tindakan yang secara langsung menimbulkan pelanggaran HAM

– Pelanggaran HAM terjadi karena kelalaian negara dalam menjamin maupun melindungi hak asasi suatu individu maupun sekelompok orang

Secara umum ada dua jenis jenis pelanggaran HAM yakni, Kasus pelanggaran HAM yang berat, antara lain: Pembunuhan secara sewenang-wenang yang tidak mengikuti keputusan pengadilan dan hukum yang berlaku secara umum; Melakukan segala bentuk penyiksaan; Melakukan sistem perbudakan dan diskriminasi secara sistematis; Pembunuhan secara massal; Menghilangkan seseorang secara paksa; dsb.

Dan, Kasus pelanggaran HAM yang ringan diantaranya: Melakukan penganiayaan; Melakukan tindakan yang dapat mencemarkan nama baik seseorang; Melakukan segala bentuk pemukulan; Menghalangi jalan seseorang untuk menyampaikan aspirasinya; dsb.

Sumber: dari berbagai sumber