BUDAYA

Hidupmu Sudah Sampai Mana? 

×

Hidupmu Sudah Sampai Mana? 

Sebarkan artikel ini

(Tahap Hidup Manusia dalam Tembang Macapat Jawa)

Kala engkau belum berwujud, masih dalam garba ibu, hidupmu bagai “MASKUMAMBANG“, emas yang mengambang dalam kegelapan di rahim ibunda.

Saat tiba sang waktu, engkau “MIJIL” , keluar dari kegelapan, mengenal kehidupan dunia, alam yang baru bagi dirimu.

Perlahan engkau menjadi “SINOM“, si-enom muda belia, diberi kesempatan berkembang dan belajar di usia mudamu.

Engkau butuh didampingi, itulah masa “KINANTHI“, di-kanthi, di tuntun agar hidupmu tidak salah arah, saat mencari jati diri.

Lalu engkau beranjak remaja, sudah mulai merasakan asmara, fase “ASMARADHANA,” fase dinamis ber-api2 dalam pencarian cinta & teman hidup sejati.

Asmara yang berkobar harus diberi ruang agar tak membakar, berumah tangga menjadi salah satu fase engkau memapankan diri, fase “GAMBUH,”yakni terikat dalam sebuah pernikahan suci, lununturing sih pahating kaesthi.

Saat engkau di usia produktif, kemapanan fisik dan materi harus engkau perjuangkan. Ibarat mengolah “DHANDHANG GULA”. Bejana berisi gula, memenuhi wadah itu dengan gula, kesuksesan duniawi, yang juga terisi kemapanan ruhani dan spiritual.

Namun diingatkan jangan terlalu asik dalam mengulah gula kehidupanmu untuk diri sendiri, pedulilah pada sesama di sekitarmu, fase “DURMA,”

Fase dimana kehidupan harus banyak didermakan untuk orang lain.

Tak selamanya kehidupan manis duniawi engkau kejar, ada fase engkau mundur perlahan, fase “PANGKUR,” perlahan “mungkur” membelakangi gemerlap duniawi, fase menyepi, fase kontemplasi, mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Usia ada batasnya, suatu saat akan tiba saat “MEGATRUH“, pegat / pisahnya ruh dari dalam tubuh. Fase awal menuju alam keabadian.

Paska megatruh, maka tiba saatnya untuk di-“PUCUNG“.  Fase kembali kepada Allah, Sang Murbeng Dumadi, Sangkan Paraning Dumadi. Fase menuju kebahagiaan sejati, bertemu dengan yang Mahasuci.

Engkau sampai di mana, apa yang engkau lakukan? apa yang engkau persiapkan?

Tak usah engkau jawab dengan kata, biarlah engkau dan Tuhan yang mengetahuinya.

 

Salam

(Dari berbagai sumber)