AGAMANASIONAL

Indahnya Ritual Perayaan Hari Raya Waisak Para Bhikkhu Di Indonesia

×

Indahnya Ritual Perayaan Hari Raya Waisak Para Bhikkhu Di Indonesia

Sebarkan artikel ini

Jawa Tengah || delinews24.net

Menjelang Hari Raya Waisak yang akan diperingati nanti pada hari Kamis (23/5/2024), para Bhikkhu dari berbagai negara telah tiba di Candi Borobudur. Mereka melakukan perjalanan Thudong dari Semarang dan menginjakkan kaki di Candi Agung Borobudur dengan disambut masyarakat sekitar dengan senyuman hangat nan merekah.

Anak-anak berseragam SD pun turut memenuhi sepanjang jalan menuju Borobudur, mereka membawa bendera merah putih yang kemudian diserahkan kepada 40 Bhikkhu yang dilepas dari TMII Jakarta sejak Selasa (14/5/2024) lalu. Perjalanan yang mereka lalui sejauh 1.250 km itu terbayar dengan sambutan antusias masyarakat, dan senyum penuh toleransi di sepanjang candi. Bhikkhu yang berasal dari negara Thailand, Malaysia, Singapura ini juga dikawal barisan banser, TNI dan Polri saat memasuki gerbang kalpataru.

Ungkapan haru dan bahagia bukan hanya nampak dari wajah para bhikkhu, tapi juga terlontar saat mereka diwawancarai barisan awak media. Diantaranya ada Koordinator Thudong 2024, Bhante Kamsai Sumano Mahathera, yang mengatakan jika perjalanan pada tahun ini sangat berkesan bagi para bhikkhu yang ikut. Mereka merasa heran dengan masyarakat Indonesia yang menyambut di sepanjang jalan di pagi buta, bukan hanya senyum merekah dan teriakan semangat tapi ada bunga dan perbekalan lain yang diberikan kepada mereka.

Bhante Kamsai mengaku kaget dengan keramahan orang-orang Indonesia yang sangat welcome dengan orang asing yang sama sekali tidak mereka kenal. Itu menjadi sebuah kebahagiaan, karena mereka merasakan kebunggahan dalam ibadah mereka. Para Bhikkhu pun merasa bersyukur karena Candi Borobudur berada di Indonesia dengan mayoritas warganya muslim, tapi toleransi tidak luput ditunjukkan terhadap umat agama lain.

Sesampainya para Bhikkhu di Candi Borobudur, mereka melakukan sarapan bersama dan istirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan ritualnya menapaki tempat ibadahnya. Perjalanan melelahkan yang mereka lakukan, terbayar dengan keramahan serta kebahagiaan dari masyarakat dalam menjalankan ibadah di Hari Besar umat Budha.