banner idul fitri
Deli SerdangGELIAT PASARHeadline

Kenaikan Harga Bawang, Telur, dan Rempah Jelang Nataru.

Avatar photo
421
×

Kenaikan Harga Bawang, Telur, dan Rempah Jelang Nataru.

Sebarkan artikel ini
Kenaikan Harga Bawang, Telur, dan Rempah Jelang Nataru.

Kenaikan Harga Bawang, Telur, dan Rempah Jelang Nataru.

Deli Serdang || delinews24.net- Jelang Natal dan Tahun Baru, sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, mengalami kenaikan harga. Kondisi ini turut merambah pada pedagang rempah-rempah kering di pasar rakyat Kecamatan Tanjung Morawa.

Dalam pantauan terbaru kamis 14/12/2023. harga bawang merah, bawang putih, dan bawang packing naik seiring dengan meningkatnya permintaan menjelang perayaan Natru.

 

Bawang merah yang sebelumnya dijual 24 ribu per kilogram, kini naik menjadi 26 ribu per kilogram. Sementara itu, bawang putih terus mengalami kenaikan sebesar seribu rupiah per harinya dan mencapai 36 ribu rupiah per kilogram.

Baca Juga https://delinews24.net/potensi-jadi-lumbung-pangan-sergai-kembangkan-padi-cabai-dan-bawang/

Pedagang sambal, Santi, mengatakan bahwa faktor cuaca menjadi pemicu kenaikan harga. Erna, seorang pembeli, menyampaikan bahwa kenaikan harga memaksa dirinya untuk melakukan pengiritan.

Tak hanya bawang, telur ayam buras, telur bebek, dan telur puyuh juga mengalami kenaikan harga menjelang perayaan Natal.

Harga telur naik sebesar 100 rupiah per butir, mengakibatkan penurunan omset yang signifikan bagi pedagang telur. Khairul Anwar, seorang pedagang telur, menyebut bahwa kelangkaan telur di tingkat peternak menjadi penyebab utama kenaikan harga. Pembeli, Icut, mengungkapkan bahwa usaha telur gulung miliknya nyaris gulung tikar akibat kenaikan harga.

Kenaikan Harga Bawang, Telur, dan Rempah Jelang Nataru.
Foto Keluhan Pedagang pasar sepi pembeli akibat linjakan harga telur ( 14/12)

Situasi serupa juga terjadi pada harga rempah-rempah kering di pasar rakyat Kecamatan Tanjung Morawa. Jenis rempah-rempah seperti cengkeh mengalami kenaikan signifikan, dari 80 ribu menjadi 150 ribu rupiah per kilogram. Harianto, seorang pedagang rempah-rempah, menyatakan bahwa kenaikan harga ini membuat omsetnya menurun drastis karena minat pembeli berkurang.

Dalam menghadapi kenaikan harga ini, pedagang dan pembeli berharap pemerintah dapat menstabilkan harga di pasar tradisional di wilayah ini.

Reporter: Rio Lubis