Peristiwa

Kepala MAN 1 Sergai Dinonaktifkan Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

×

Kepala MAN 1 Sergai Dinonaktifkan Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

Sebarkan artikel ini
Kepala MAN 1 Sergai Dinonaktifkan Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

Serdang Bedagai – Delinews24.net

Tersangkut atas pelaporan kasus dugaan pelecehan seksual. Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), berinisial FN diberhentikan sementara.

Pemberhentian sementara FN dilakukan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara (Kanwil Kemenag Sumut). Dimana FN dilaporkan pegawai honorer MAN I Sergai berinidial Y ke Polres Sergai, dalam kasus dugaan pelecehan seksual.

“Selama pemberhentian sementara atau penonaktifan ini, Kanwil menunjuk Wakil Kepala MAN 1 Sergai sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala MAN 1 Sergai,” kata Kakanwil Kemenag Sumut melalui Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumut, Erwin Dasopang.

Erwin mengatakan, terkait laporan dugaan pelecehan seksual oleh FN, Inspektorat Jendral (Irjen) Kemenag telah melakukan pemeriksaan.

Begitu juga Polres Sergai yang menerima laporan tersebut masih memprosesnya. Namun sampai saat ini belum ada kepastian hukum akan status yang bersangkutan.

Usai Dimintai Keterangan, Kepala MAN 1 Sergai Lari dari Kantor Ombudsman Sumut
Kepala MAN I Sergai buru-buru masuk mobil menghindari wartawan usai dimintai keterangan Ombudsman RI Perwakilan Sumut

Namun diakui Erwin, pihaknya merasa terganggu dengan bergulirnya kasus ini.
Karena itu, mereka berinisiatif mengambil kebijakan, untuk memberhentikan sementara FH dari jabatannya.

“Kita Plh kan sampai proses hukum selesai,” kata Erwin, menjawab wartawan, Jumat (23/7/2021).

Adapun yang ditunjuk sebagai Plh Kepala MAN 1 Sergai adalah Wakil Kepala MAN 1 Sergai bidang kesiswaan, Atika Ahraini.

Erwin menjelaskan, penonaktifan ini juga dilakukan demi memberi kesempatan kepada yang bersangkutan, untuk menghadapi proses hukum yang tengah bergulir saat ini. Bila nantinya tidak terbukti, maka yang bersangkutan akan dikembalikan jabatannya.

“Kalau tidak terbukti, kita akan kembalikan haknya,” jelasnya.

Menurut Erwin pasca merebaknya kabar kasus ini, ia mewakili Kakanwil Kemenag telah melihat langsung situasi di MAN 1 Sergai, dan bertemu para guru di madrasah dengan harapan mendinginkan suasana.

Mereka tak ingin kasus ini menimbulkan gejolak dan mengganggu proses belajar-mengajar di sana.

“Kemudian kita meminta untuk tidak lagi terkontaminasi bela A atau B. Kita minta untuk kembali seperti semula,” pungkasnya.

Kasus dugaan pelecehan seksual oleh FN kepada Y sebelumnya telah dilaporkan ke Polres Sergai. Namun meski sudah dilaporkan sejak 17 September 2020, laporan korban yang diterima dalam LP Nomor STTLP/180/IX/2020/SU/RES SERGAI, ini masih mengambang.

Pelapor kemudian melaporkan Polres Sergai ke Ombudsman RI Perwakilan Sumut pada 9 Juli lalu. Ombudsman yang menerima laporan pelapor kemudian melakukan klarifikasi terhadap pihak terkait, mulai dari Polres Sergai, FN, dan juga Kanwil Kemenag Sumut atas dugaan maladministrasi penundaan berlarut atas laporan pelapor.

FN telah memberikan klarifikasinya ke Ombudsman pada Kamis (22/7/2021) kemarin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *