DARI REDAKSI

Ketok Palu PDIP Menjadi Oposisi Pemerintahan Baru

×

Ketok Palu PDIP Menjadi Oposisi Pemerintahan Baru

Sebarkan artikel ini

Drama pasca pilpres masih terus berlangsung, entah dari politisi yang masih terombang-ambing dengan arah politiknya sampai pada keputusan untuk bergabung langsung dengan capres dan cawapres terpilih. PDI Perjuangan menjadi salah satu sorot banyak mata pasca menelan kekalahan yang terjadi dalam pesta demokasi kemarin.

Banyak yang menyayangkan, karena kekalahan itu diterima dengan diikuti banyaknya problem yang terjadi terkait dengan salah satu kadernya sekaligus yang telah menjadi presiden RI dua periode ini yakni Joko Widodo. Karena kekecewaan yang timbul dari cawe-cawe Jokowi hingga banyaknya perubahan sikap yang melibatkan alat negara, PDIP memutuskan untuk berada di luar pemerintah baru.

Keputusan itu bukan dihasilkan sekejab saja tapi sudah ditimbang lewat berbagai pertimbangan. Dan waktu yang tepat untuk mengumumkan arah politik partai besutan Megawati Soekarnoputri itu adalah ketika Rakernas ke-V PDIP. Ya PDIP kini menjadi partai pertama yang mendeklarasikan diri menjadi oposisi di pemerintahan baru nanti. Apakah PDIP menjadi satu-satunya oposisi? Belum tentu, karena ada beberapa partai yang masih maju mundur walau memang kebanyakan parpol sudah mendekat ke parpol pemenang milik koalisi pengusung Prabowo-Gibran.

Beberapa pakar politik sendiri, salah satunya Adi Prayitno yang mengungkapkan pandangannya kini hanya PDIP yang siap menjadi oposisi. Pemerintah baru pun diprediksi akan haus akan oposisi, karena semua parpol dirangkul dengan penawaran yang beraneka ragamnya. Keputusan ini sesuai dengan apa yang menjadi ungkapan beberapa kadernya, salah satunya Ganjar Pranowo yang menjadi capres perwakilan PDIP. Seperti halnya statement yang dikatakan di muka publik, bahwa keputusannya adalah berada di luar pemerintahan dengan tujuan menjaga keseimbangan jalannya pemerintahan dalam kehidupan bernegara.

Check and balance sendiri memang menjadi satu hal yang penting dalam berjalannya pemerintahan. Karena dengan oposisi, mereka bakal menjadi hakim garis yang membunyikan peluitnya jika terjadi penyimpangan di suatu hari nanti. PDIP berani mengambil keputusan sebagai oposisi, pastinya dengan kesiapan mereka sebagai partai besar yang telah memiliki pengalaman banyak berada di luar pemerintahan dalam histori panjangnya. Maka tidak heran jika nanti PDIP menjadi satu-satunya parpol yang melakukan check and balance pemerintahan.

Sikon politik memang akan terus bergerak karena sifatnya sendiri dinamis, kita tunggu saja dalam masa mempersiapkan pemerintah baru partai mana yang akan masuk mendukung jalannya pemerintahan tanpa melihat resiko yang ada. Jika sekarang ada PDIP, apakah nanti masih ada parpol lain yang mengikuti jejaknya dalam menentukan arah politik kapalnya. Beberapa masih abu-abu, namun juga sudah banyak yang terang-terangan untuk membersamai capres-cawapres terpilih Prabowo-Gibran seperti Nasdem dan kawan parpol lainnya. Sedangkan oposisi saat ini masih satu dan perdana dari PDIP.