banner idul fitri
PERISTIWA

Koalisi Aktivis Mahasiswa Asahan Geruduk Kantor Dinas Lingkungan Hidup Terkait Spanduk Caleg

Avatar photo
249
×

Koalisi Aktivis Mahasiswa Asahan Geruduk Kantor Dinas Lingkungan Hidup Terkait Spanduk Caleg

Sebarkan artikel ini
Koalisi Aktivis Mahasiswa Asahan Geruduk Kantor Dinas Lingkungan Hidup Terkait Spanduk Caleg

Koalisi Aktivis Mahasiswa Asahan Geruduk Kantor Dinas Lingkungan Hidup Terkait Spanduk Caleg

Asahansatu || delinews24.net- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Aktivis Mahasiswa Asahan menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan, Rahmat Hidayat Siregar, dalam aksi demonstrasi di kantor dinas tersebut.

Aksi tersebut diprakarsai oleh Johan Iskandar, Ketua Cabang Lingkar Studi Mahasiswa Asahan, dan Mhd Siddik. (26/1/2024).

Tuntutan Transparansi Anggaran dan Penegakan Hukum

Johan Iskandar dan Mhd Siddik menuntut transparansi dari kepala dinas terkait penggunaan anggaran operasional untuk truk sampah dan petugas kebersihan.

Baca juga https://delinews24.net/di-balik-kunjungan-as-ke-pks-ada-drama-pilot-di-papua-mendahului/

Mereka menilai bahwa meskipun anggaran yang besar telah dialokasikan, namun masih terjadi pembiaran terhadap penanganan sampah di wilayah Asahan.

Koalisi Aktivis Mahasiswa Asahan Geruduk Kantor Dinas Lingkungan Hidup Terkait Spanduk Caleg

Perhatian Terhadap Lingkungan dan Netralitas Pemilu

Dalam orasinya, Johan Iskandar mengkritik kumuhnya Kota Kisaran yang dipenuhi dengan spanduk dan reklame calon legislatif (caleg) yang dipasang secara ilegal di fasilitas umum dan pohon. Mereka menilai kepala dinas gagal dalam menjalankan tugasnya serta tidak mampu menegakkan peraturan terkait pemasangan iklan yang mengganggu lingkungan.

Tuntutan Mahasiswa

Koalisi aktivis mahasiswa Asahan menuntut:

1. Kepala dinas untuk berdiri di depan tumpukan sampah selama 1 jam tanpa masker.

2. Rincian anggaran yang transparan dan pertanggungjawaban atas penggunaannya.

3. Sikap tegas terhadap oknum yang merusak pohon dan fasilitas umum.

4. Penyediaan lingkungan bersih di setiap titik lingkungan masyarakat, khususnya di Kota Kisaran.

5. Pengunduran diri kepala dinas jika tuntutan tidak terpenuhi dalam waktu 2 hari kerja.

Baca jugahttps://delinews24.net/pimpinan-daerah-ikatan-pelajaran-alwashliyah-kab-asahan-sikapi-kecelakaan-kereta-api-dan-mobil-di-jalan-marah-rusli-kel-selawan-kec-kisaran-timur/

Aksi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan dan netralitas dalam konteks pemilu, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran yang merugikan masyarakat. ( R lubis).