banner idul fitri
Peristiwa

Konpers Selundupan Miras Dari Singapura Dihadiri Langsung Oleh Kapolda Kepri

Avatar photo
52
×

Konpers Selundupan Miras Dari Singapura Dihadiri Langsung Oleh Kapolda Kepri

Sebarkan artikel ini
Konferensi Pers pengungkapan miras di Batam
Konferensi Pers pengungkapan miras di Batam

Delinews24.net – Senin (04/03/2024), Kapolda Kepri Irjen. Pol. Drs. Yan Fitri Halimansyah, M.H., menghadiri Konferensi Pers Pengungkapan Penyelundupan Minuman Mengandung Etil Alkohol yang diselanggarakan di KPU Bea Cukai Tipe “B” Batam.

Dalam acara tersebut, Kapolda Kepri Irjen. Pol. Drs. Yan Fitri Halimansyah, M.H., Kepala Bea Cukai KPU Batam Rizal, S.H., Kajari Batam I Ketut Kasna Dedi, S.H., M.H., Kabid Humas Polda Kepri Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si, Kapolresta Barelang Kombes. Pol. Nugroho Tri N, S.H., S.I.K

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bea Cukai KPU Batam Rizal, S.H., mengumumkan bahwa pada tanggal 25 Januari 2020, Bea Cukai Batam bekerjasama dengan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau melakukan penindakan terhadap kontainer yang mengandung minuman beralkohol ilegal yang diimport dari Singapura di Kawasan Buana Central Park Batam. Nilai barang dalam kontainer diperkirakan sebesar 4,59 miliar, dengan kerugian negara diperkirakan sebesar 3,8 miliar.

Menyamarkan muatan

Kronologisnya, penangkapan dimulai dengan informasi dari Kantor Pusat Bea Cukai bahwa minuman mengandung etil alkohol (MMEA) akan dikirim dari Singapura ke Batam dengan menggunakan kontainer pada sekitar Januari 2024.

Tim Bea Cukai Batam menyelidiki dan menganalisis data tersebut dan menemukan bahwa ada satu muatan, kontainer dengan nomor LEGU4500028 / 40, yang dibawa dari Singapura ke Pelabuhan Bintang 99 Batam pada tanggal 23 Januari 1924 sekitar pukul 23.00 WIB. Menurut manifest kapal, jenis barang dalam kontainer adalah “Rio Sparkling”. Setelah itu, tim melakukan pengawasan melekat pada kontainer yang diduga mengandung MMEA.

Selain itu, pada tanggal 25 Januari 1924, sekitar pukul 17.00 WIB, petugas Bea dan Cukai menerima dokumen PPFTZ-01 dan SPPB untuk kontainer dengan pemberitahuan “Rio Sparkling” yang diserahkan oleh agen suruhan tersangka TS. Tim Bea dan Cukai kemudian mengikuti kontainer tersebut sampai berhenti di depan gudang PT BOS di Kawasan Industri Buana Central Park, di mana isi muatan langsung diperiksa dengan disaksikan oleh tersangka A.

Kepala Bea Cukai KPU Batam Rizal, S.H. menyatakan, “Berdasarkan hasil temuan tersebut, Tim Bea Cukai Batam melakukan penindakan dan membawa kontainer nomor LEGU4500028 / 40” ke tempat penimbunan pabean Tanjung Uncang untuk dilakukan pengamanan dan pencacahan, dengan hasil ditemukan 24.360 botol MMEA merek RIO COCKTAIL, 6.000 botol MMEA merek QINGHAIHU, 384 botol MMEA merek JOHNNIE WALKER, dan 120 botol MMA merk Macallan.

Dijerat pasal berlapis

Dalam kasus ini, para tersangka dikenakan pasal 102 Huruf F, 102 Huruf H, atau 103 Huruf A UU Nomor 17 tahun 2006 tentang perubahan UU 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan dan/atau pasal 50 UU Nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan UU Nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai, serta Pasal 55 Ayat (1) KUHP, dengan tersangka A berperan sebagai pemilik barang dan yang menyuruh pengeluarannya, dan tersangka TS berperan sebagai pemalsu dokumen dengan alasan yang sama seperti yang disebutkan di atas

Kepala Bea Cukai KPU Batam Rizal, SH, menyatakan, “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan, dukungan, dan kerjasama dengan instansi teknis terkait yang telah terjalin selama ini, khususnya dari pihak kepolisian, TNI, dan kejaksaan dalam pelaksanaan pengawasan atas pemasukan dan pengeluaran barang ilegal dari dan ke kawasan bebas Batam.”

Kapolda bantah anak buahnya ikut terlibat

Selain itu, Irjen. Pol. Drs. Yan Fitri Halimansyah, M.H., Kapolda Kepri, menyatakan bahwa dia telah memastikan bahwa tidak ada anggota Polda Kepri yang terlibat dalam penyelundupan minuman beralkohol.

Kami telah melakukan pemeriksaan kepada pihak yang terlibat. Isu-isu muncul karena dia hanya memiliki hubungan kekerabatan. Jika ada anggota kami yang terlibat, kami pasti akan mengambil tindakan tegas.

Terakhir, Kabidhumas Polda Kepri Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si. menyatakan bahwa penyelundupan minuman keras etil (MMEA) merupakan pelanggaran berat yang berdampak negatif baik pada masyarakat maupun negara. Kami meminta seluruh masyarakat untuk terus mengingat pentingnya menjaga integritas dan keamanan Batam.

Kami harus bekerja sama untuk menjaga keamanan dan stabilitas Kota Batam dengan menghindari tindakan ilegal dan melaporkan segala kegiatan yang mencurigakan kepada pihak berwajib.

Kabidhumas Polda Kepri Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si. menyatakan, “Untuk masyarakat yang ingin mengadukan atau melihat kejahatan serta memerlukan bantuan kepolisian dapat menghubungi Call Center Polisi 110 atau mengunduh Aplikasi Polri Super Apps di Googleplay/APP Store.”