banner idul fitri
Peristiwa

Makam Di Donggala Dipaksa Bongkar Karena Kalah Pileg

137
×

Makam Di Donggala Dipaksa Bongkar Karena Kalah Pileg

Sebarkan artikel ini
Makam dibongkar karena kalah Pileg
Makam dibongkar karena kalah Pileg

Delinews24.net – Seorang Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Pohon Beringin atau Golongan Karya (Golkar) memutuskan untuk membongkar atau memindahkan kuburan keluarganya sendiri. Keputusan ini dipicu oleh perolehan suara yang kecil di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kelurahan Kabonga Besar, Kecamatan Banawa.

Menurut informasi yang dihimpun dari warga setempat dan hasil perhitungan C1, Caleg tersebut, yang dikenal dengan inisial MR, gagal dalam Pemilu serentak dari 9 TPS di Kelurahan Kabonga Besar dengan hanya meraup 149 suara. Hal ini menjadi pukulan bagi keluarga terdekatnya.

Ibu Nispa, sepupu satu kali dari MR, mengungkapkan kesedihannya atas kejadian ini. Saat dikonfirmasi oleh media pada Minggu (18/02/24), ia menyatakan bahwa pemindahan kuburan almarhum Sahlan, keluarga mereka, menuai kekecewaan yang mendalam. “Padahal di TPS kami, di TPS 05, beliau menang. Tapi, ada info beliau tidak dipilih di rumah kami,” ungkapnya dengan sedih.

Menurut Nispa, awalnya istri MR mengunjungi rumah mereka untuk memberitahu bahwa kuburan keluarga almarhum Sahlan akan dipindahkan. Meskipun awalnya mereka hanya mengikuti arahan tersebut, namun keputusan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan warga setempat.

Saat proses penguburan hampir tiga tahun lalu, MR sendiri yang menyetujui pemakaman almarhum Sahlan di lokasi keluarganya. Namun, keputusan pemindahan kuburan ini mengejutkan banyak pihak, terutama mengingat perjanjian sebelumnya.

Nispa menambahkan, “Dengan cara apa kita bisa kasihan? Berapa suara yang akan kita berikan? Kira-kira satu kertas suara untuk 10 orang kita lakukan untuk menangkan MR.”

Kisah kontroversial ini menjadi sorotan di Kabupaten Donggala, memperlihatkan betapa politik lokal bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari warga secara langsung.

Dengan peristiwa ini, banyak yang mengkritik campur tangan politik dalam urusan keluarga dan agama, sementara yang lain menyoroti betapa rapuhnya integritas politikus dalam menghadapi kekalahan.

Berikut adalah videonya:


Sumber: FB Suchi Pupink