KHUTBAH JUMAT

Membangun Peradaban Jamaah Melalui Instrumen Keuangan Sosial Islam

×

Membangun Peradaban Jamaah Melalui Instrumen Keuangan Sosial Islam

Sebarkan artikel ini

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ:

اَتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى؛ فَإِنَّ مَنِ اتَّقَى اللهَ وَقَاهُ، وَأَرْشَدَهُ إِلَى خَيْرِ أُمُوْرِ دِيْنِهِ وَدُنْيَاهُ.

 

Jamaah Jumat rahimakumullah

Marilah kita panjatkan puji Syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan nikmat dan karunia-Nya yang tiada terhingga kepada kita sekalian, terutama nikmat iman dan Islam.Sehingga di pagi hari yang indah ini kita dapat berkumpul bersama, bersimpuh di hadapan-Nya melaksanakan shalat jumat hari ini.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan suri tauladan utama untuk selalu kita tiru agar kita dapat menjadi muslim yang baik dan benar. Semoga kita selalu diberi kekuatan untuk mengikuti ajaran Rasulullah SAW.

Hadirin jamaah jumat yang berbahagia

Pesan pertama hari ini adalah untuk bertakwa dimanapun berada. tentu kita semua berharap agar Allah menerima seluruh ibadah kita dan dimasukkan ke dalam golongan hamba Allah yang bertaqwa. Karena yang paling mulia di sisi Allah ialah yang paling baik taqwanya.

Dzulkaidah bulan penuh semangat dan kontemplatif,  benar-benar kita jadikan sebagai bulan menuju taqwa. Kualitas ibadahnya pun lebih terasa kepada batin sangat kontemplatif lebih khusyuk dibandingkan dengan ibadah di bulan lainnya pasca sebulan kita ditempah puasa Ramadhan, dan bergembira di bulan Syawal yang lalu. Takwa bukanlah sekadar ritual yang dilaksanakan dalam ibadah saja, tetapi harus menjadi gaya hidup yang terus menerus kita praktikkan setiap hari. Takwa memandu kita untuk bertindak dengan kejujuran, integritas, dan kebaikan kepada sesama manusia.

Hari ini, di tengah-tengah kebahagiaan ini, marilah kita berjanji kepada diri sendiri untuk meningkatkan takwa kita, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Mari kita berkomitmen untuk senantiasa menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya, sehingga kita dapat menjadi manusia yang bertaqwa dalam segala aspek kehidupan.

Jangan sampai menimpa kita, perumpamaan orang yang menata bata demi bata hingga berwujud bangunan yang indah dan megah, namun tiba-tiba dia sendiri yang merobohkannya. Atau laksana orang yang mengurai benang yang telah dipintalnya.

Jamaah jumat yang berbahagia

Sebagai rangkaian ibadah puasa, maka setiap muslim yang berkemampuan wajib untuk membayar zakat fitrah dan zakat maal. Zakat ini memiliki tujuan untuk membersihkan diri dari kekurangan dan keburukan serta memberikan kebahagiaan kepada fakir miskin pada hari raya. Perintah untuk menunaikan zakat diatur oleh Allah SWT dalam firmannya dalam Al-Qur’an ini terlihat dari 32 kata zakat yang terdapat dalam Al-Qur’an, 29 di antaranya bergandengan dengan kata Shalat. Selain itu hal ini turut diatur pula oleh Rasulullah dalam sunnah dan haditsnya. Zakat tidak hanya disyariatkan kepada umat Rasulullah Saw semata melainkan turut pula diperintahkan kepada umat sebelumnya.

Zakat, sebagai pilar keuangan sosial Islam, bukan hanya tentang memberikan sebagian dari harta kepada yang membutuhkan, tetapi juga tentang menyebarkan keadilan sosial dalam masyarakat. Dengan zakat, kekayaan didistribusikan secara adil kepada yang berhak, sehingga membantu mengurangi kesenjangan sosial. Zakat merupakan salah satu kewajiban yang disyari’atkan Allah kepada umat Islam, sebagai salah satu perbuatan ibadah setara dengan shalat, puasa dan ibadah haji. Akan tetapi, zakat tergolong ibadah ma’liah, yakni ibadah melalui harta kekayaan dan bukan ibadah badaniah yang pelaksanaannya dengan fisik.

Ibadah zakat mempunyai dua aspek, yaitu aspek hubungan manusia dengan Allah SWT (hablum minallah) dan aspek hubungan manusia dengan sesama (hablum minannas). Aspek hubungan dengan Allah SWT adalah dengan membayar zakat berarti kita mematuhi dan mentaati apa yang telah diperintahkan-Nya, ini menandakan wujud kecintaan seorang hamba kepada penciptanya.  Dengan membayar zakat menandakan bahwa seorang hamba telah bersyukur kepada sang pencipta atas semua rezeki, nikmat dan karunia yang telah diberikan kepadanya.

Sementara aspek hubungan dengan sesama adalah dengan membayar zakat, berarti kita turut membantu saudara-saudara kita yang sedang ditimpa kesulitan hidup. Rasa empati dan kebersamaan serta solidaritas sosial di masyarakat perlu selalu dipupuk, agar tetap terjaga. Hal ini akan mampu menghindarkan terjadinya permasalahan-permasalahan sosial yang ada di masyarakat

Jamaah shalat jumat yang berbahagia

Selain zakat, instrument keuangan Islam lainnya ialah infaq. Apabila zakat memiliki batasan baik dari sisi ambang batas harta yang wajib dikenakan zakat dan asnaf penerimanya, maka infaq memiliki fleksibilitas yang lebih luas. Infaq memiliki peran yang sangat penting dalam membangun peradaban manusia yang berkelanjutan dan berkeadilan. Infaq, dalam konteks Islam, adalah tindakan memberikan sebagian dari harta atau kekayaan seseorang secara sukarela untuk kepentingan umum atau untuk membantu sesama yang membutuhkan.

Infaq membantu memperkuat jaringan solidaritas sosial dalam masyarakat. Ketika seseorang memberikan infaq, itu bukan hanya sekadar memberi bantuan materi, tetapi juga menunjukkan rasa kepedulian dan kebersamaan terhadap sesama. Hal ini memperkuat hubungan antarindividu dan memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat.

Infaq juga berperan dalam mengurangi ketimpangan sosial di masyarakat. Dengan memberikan sebagian dari kekayaan kepada yang membutuhkan, infaq membantu menyebarkan kekayaan secara lebih merata di antara anggota masyarakat. Hal ini membantu mengurangi kesenjangan antara golongan kaya dan miskin, serta meningkatkan kesejahteraan bersama.

Salah satu tujuan utama infaq adalah untuk membangun keadilan sosial dalam masyarakat. Dengan memberikan kesempatan yang sama kepada semua anggota masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, infaq membantu menciptakan lingkungan yang lebih adil dan merata bagi semua.

Dengan demikian, infaq memiliki peran yang sangat penting dalam membangun peradaban manusia yang berbasis kebersamaan, keadilan, dan kesejahteraan bersama. Melalui praktik infaq yang konsisten dan berkelanjutan, kita dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih baik dan lebih manusiawi bagi semua.

Jamaah shalat jumat yang berbahagia

Instrumen keuangan sosial Islam berikutnya ialah wakaf. Wakaf juga merupakan instrumen keuangan sosial yang penting dalam Islam. Wakaf berbeda dengan zakat dan infak, karena pokok harta wakaf yang dikelola tidak boleh berkurang. Wakaf saat ini telah bertransformasi dalam berbagai bentuknya, apabila dahulu kita hanya mengenal wakaf tanah yang kemudian dibangun menjadi masjid, sekolah ataupun makam. Maka saat ini wakaf telah berkembang menjadi berbagai bentuk seperti wakaf produktif, wakaf uang, wakaf hutan, wakaf pohon, sampai dengan wakaf saham.

Melalui wakaf, kita dapat mengalokasikan aset-aset produktif untuk kepentingan bersama, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sosial. Wakaf memberikan manfaat jangka panjang yang berkelanjutan bagi masyarakat. Wakaf memiliki peran yang sangat penting dalam membangun peradaban umat karena wakaf melibatkan pemberian atau pengalokasian aset atau harta untuk kepentingan umum yang bersifat berkelanjutan.

Wakaf memiliki tujuan yang jelas untuk meningkatkan kesejahteraan dan keseimbangan sosial dalam masyarakat. Aset yang dialokasikan sebagai wakaf dapat digunakan untuk membantu kelompok-kelompok rentan, membangun infrastruktur publik, memperluas akses layanan kesehatan dan pendidikan, serta mendukung pembangunan ekonomi lokal.

Wakaf memungkinkan pemberdayaan sumber daya dalam masyarakat. Melalui wakaf, aset atau harta dapat dialokasikan untuk berbagai kepentingan umum yang memperkuat infrastruktur sosial, ekonomi, dan keagamaan dalam masyarakat. Ini membantu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup anggota masyarakat secara keseluruhan, yang merupakan fondasi dari peradaban yang kokoh.

Wakaf memiliki peran yang sangat penting dalam membangun peradaban umat karena melibatkan pengalokasian aset atau harta untuk kepentingan umum yang berkelanjutan. Melalui praktik wakaf yang konsisten dan berkelanjutan, kita dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih berkeadilan, sejahtera, dan berkelanjutan bagi semua.

Di akhir khutbah ini saya ingin mengajak hadirin sekalian marilah kita tetap teguh dalam keislaman dan keimanan kita. Dzulkaidah bulan ini harus kita jadikan sebagai momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai utama kehidupan dan akhlak mulia. Dengan senantiasa menerapkan akhlaq mulia dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan berbangsa maka sesungguhnya kita telah menampilkan cara berislam yang mencerahkan dan memajukan. Bahwa akhlak mulia adalah citra diri setiap muslim, karena sesungguhnya akhlaq mulia tidak bisa dipisahkan dengan keimanan dan ketaqwaan. Ketika setiap Muslim di negri ini – sebagai penduduk terbanyak- telah menerapkan karakter utama sebagi perwujudan iman dan taqwa, niscaya Allah akan meberikan anugerahnya kepada bangsa kita.

Akhirnya marilah kita memohon kepada Alllah semoga kita senantiasa diberi hidayah, sehingga didalam menghadapi hidup yang semakin sulit ini kita tetap menjalani dengan benar. Kita berdoa Semoga Allah menerima seluruh amal kita dan mengampuni dosa dosa kita. Kita berdoa agar para pemimpin bangsa dan seluruh warga bangsa diberi petunjuk sehingga selalu menjaga tanah air dan bangsa dengan nilai-nilai utama, menjadi bangsa yang bermartabat, berkeadilan dan berkemakmuran.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

 

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمٰتِ وَالنُّوْرَ . أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ  وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ : يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءًۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

Marilah kita tutup khutbah ini dengan memanjatkan do’a kepada Allah Swt.

اللْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ فَيَا قَاضِيَ الحَاجَاتِ.

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ.

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَ سَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.