KHUTBAH JUMATRELIGI

Optimisme Mengejar Masa Depan

162
×

Optimisme Mengejar Masa Depan

Sebarkan artikel ini

 

Khutbah Pertama

اَلْـحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ نَبِيِّنَا مُحَمَّد وَعَلَى اَلِهَ وَ اَصْحَبِهَ وَمَنْ وَّالَاهُ اَمَّا بّعْد

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, keluarga, dan para sahabatnya yang setia. Tak lupa, melalui mimbar ini khatib mengajak diri juga seluruh jamaah untuk terus meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah, dengan sebenar-benarnya iman dan takwa. Terus istiqamah dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Jamaah yang dirahmati Allah

Semangat baru dan optimisme mestinya selalu tumbuh dalam diri setiap Muslim. Momen tahun baru tentu sangat tepat untuk dijadikan sarana penggugah semangat dan optimisme. Karenanya, pada kesempatan yang mulia ini, mari kita bersama-sama merenungi dan mendalami makna dari dua elemen yang sangat penting dalam kehidupan kita: yaitu semangat baru dan optimisme.

Dalam rentang hidup di dunia ini, terkadang kita dihadapkan pada tantangan dan rintangan yang membuat semangat terkikis dan optimisme meredup. Namun, sebagai umat Islam, kita diajak untuk senantiasa menatap masa depan dengan semangat baru dan penuh optimisme.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Hasyr: 18).

Agar semangat baru ini tumbuh dan terjaga pada diri pribadi seorang Muslim, berikut nasihat-nasihat yang bisa dicermati:

Pertama, kembali ke fitrah manusia. Allah SWT menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baik rupa. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS At-Tin ayat 4 yang artinya “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” Fitrah ini mencakup semangat baru yang ditanamkan di dalam jiwa kita. Namun, seringkali kehidupan sehari-hari membuat kita melupakan fitrah tersebut. Saatnya kita kembali kepada hakikat manusia agar semangat hidup terus tumbuh.

Kedua, keteladanan Rasulullah saw. Rasulullah adalah contoh utama semangat baru. Beliau menghadapi tantangan berat dalam menyebarkan risalah Islam. Namun, tidak pernah beliau menyerah. Semangat baru Rasulullah menginspirasi sahabat-sahabatnya untuk tetap berjuang. Maka ketika kita mengaku sebagai pengikut setianya, meneladaninya adalah sebuah keharusan. Dalam berdakwah dan menjalani hidup ini Rasul selalu semangat dan selalu tampil sebagai problem solver. Kita pun mestinya demikian.

Ketiga, pelestarian alam. Menjaga alam merupakan bentuk semangat baru kita sebagai Muslim. Allah menciptakan alam dengan sebaik-baiknya, dan sebagai khalifah, kita memiliki tanggung jawab untuk melestarikan alam. Dengan semangat baru, mari kita jadi agen perubahan dalam menjaga keindahan ciptaan-Nya. Bukan sebaliknya justru cuek, acuh, dan merusak lingkungan. Minimal semangat baru dalam pelestarian alam ini terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, menanam pohon di sekitar rumah, dan lain-lain.

Sementara sebagai modal penguat optimisme adalah sebagai berikut: Pertama, tawakal kepada Allah. Optimisme sejati berasal dari keyakinan kita kepada Allah. Allah adalah Al-Mudabbir, Pemelihara yang Maha Menyusun segala urusan. Dengan tawakal kepada-Nya, kita yakin bahwa masa depan yang cerah sedang menanti.

Kedua, pelajaran dari keberhasilan orang-orang terdahulu. Ambillah pelajaran dari keberhasilan para nabi, sahabat, dan tokoh-tokoh Islam. Mereka menghadapi berbagai rintangan dengan optimisme yang tak tergoyahkan. Keberhasilan mereka adalah bukti bahwa optimisme membuahkan hasil.

Ketiga, berjuang dengan ikhtiar dan doa. Optimisme bukanlah sikap pasif. Kita perlu berjuang dengan ikhtiar yang maksimal dan senantiasa berdoa kepada Allah. Dengan doa yang tulus, pintu-pintu kemungkinan terbuka, dan masa depan menjadi ladang yang subur untuk ditanami.

Saudaraku yang dirahmati Allah

Semangat baru dan optimisme adalah kunci menuju masa depan yang penuh berkah. Sebagai umat Islam, kita memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi setiap rintangan. Mari kita jadikan semangat baru dan optimisme sebagai motor penggerak dalam meraih masa depan yang lebih baik.

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَ لَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ العَظِيْمِ  وَ نَفَعَنِيْ وَ إِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَ تَقَبَّلَ اللهُ مِنّيْ وَ مِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَ الْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنِ وَ لَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِيْنَ, أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ أُوْصِيْنِيْ وَ إِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ, وَ لَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَ أَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Saya mengajak kepada kita semua untuk memperkuat tali silaturahmi, saling mendukung, dan senantiasa berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan dan petunjuk di setiap langkah kita. Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَعْوَاتِ. اللّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَاجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِهِمْ الْإِيْمَانَ وَالحِكْمَةَ وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يَشْكُرُوْا نِعْمَتَكَ الَتِي أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ.

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا ، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ ، وَجَنِّبْنَا الفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ، وَبَارِكْ لَنَا فيْ أَسْمَاعِنَا ، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوْبِنَا ، وَأَزْوَاجِنَا ، وَذُرِّيَّاتِنَا ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِيْنَ لِنِعْمَتِكَ ، مُثْنِيْنَ بِهَا ، قَابِلِيْهَا ، وَأَتَمَّهَا عَلَيْنَا

اللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيِنَ، وَ اخْذُلْ مَنْ خَذَلَ المُسْلِمِيْنَ, وَاهْلِكِ الكِفِرِةِ وِ المُشْرِكِيْنَ, أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ, وَاجْعَلْنَا مِنَ الصَّابِرِيْنَ, وَ اجْعَلْنَا مِنَ المُفْلِحِيْنَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ, َقِنَا عَذَابَ النَّارِ, وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ, وَ الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ