Serdang Bedagai

Pemkab Serdang Bedagai !, Ada Sosok Pasutri Yang Butuh Diperhatikan

×

Pemkab Serdang Bedagai !, Ada Sosok Pasutri Yang Butuh Diperhatikan

Sebarkan artikel ini

Serdang Bedagai || Delinews24.net – Kisah pilu dan butuh perhatian dialami sepasang suami istri, Sutrisno (43) dan istrinya Sepiani (40) warga Dusun VI, Desa Ujung Rambung, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai.

Semenjak 12 tahun lamanya, merawat sang buah hati, yang terlahir dalam kondisi Disabilitas ( penyandang Kebutuhan Khusus).

Tidak seperti pada anak umumnya, bermain dengan riang, berlari lari penuh keceriaan. Namun hal tersebut tak berlaku bagi sang putri yang kini menginjak usia 12 Tahun. Tak usahkan berlari melangkah saja tak mampu, tak usahkan berbicara, memanggil nama pun tak mampu.

Benar, lumpuh dan tak dapat berbicara, inilah yang dialami Suryati (12) sang buah hati dari Sutrisno (43) dan Sepiani (40).

Pasrah dengan keadaan?, ” TIDAK “, sebagai orang tua, keduanya terus berupaya dan berjuang demi kesembuhan sang buah hati. Tetap bersyukur, mengurusi dan menafkahi sebagaimana orang tua lainnya, terus dilakukannya.

Sutrisno Dan Sepiani Saat Bersama Sang Buah Hati

Awak Media berusaha menggali sisi kehidupan kedua pasangan, dengan menyambangi kediaman sang pasangan suami istri ini, kisah pilu didapat awak media,

” ini bukan rumah kami bg, kami menumpang dirumah orang tua istri saya, apa yang Abang lihat ini keadaan kami sebenarnya, pungkas Sutrisno saat berbicara kepada awak media, Senin (27/09/21).

Hanya hasil sebagai petani, dan disokong dari istri sebagai penjual mie pecal keliling, adalah satu satunya penghasilan yang kami peroleh, sebut Sutrisno.

Namun, tersirat ketabahan yang kuat dan rasa syukur terpancar dari Sutrisno, hal ini terlihat jelas dari untaian kalimat yang menyentuh hati awak media saat terlontar dari sosok sang ayah ini,

” ini adalah hadiah dari Allah SWT, kami diberikan momongan anak istimewa. Anak adalah titipan sang pencipta, wajib bersyukur apapun keadaannya”.

Sebagai seorang ibu, tentu perasaan berbeda dialami Sepiana (40), tentunya hal tersebut disadari awak media, dimana sosok sang ibu yang mengandung sekian bulan lamanya, tentu mengalami perasaan yang sedih melihat sang buah hati lahir berbeda dengan anak pada umumnya.

Namun seiring perjalanan waktu, sosok tangguh dan kuat, bersama sang suami Sepiana mampu 12 tahun lamanya membesarkan sang anak, dari kehidupan yang serba terbatas.

“Aku sudah lima belas tahun jualan pecal keliling. Itu semua dilakukan demi membantu pengasilan suami yang ala kadarnya,” cerita Sepiani kepada awak media.

“Perhari mendapat hasil lima puluh ribu, dari pengasilan itu lah, aku cukup-cukupi kebutuhan hidup,” ucap Sepiani dengan nada rendah

Rasa pilu dicampur sedih, Sepiani tak kuasa melihat keadaan Suryati. Namun, Ia tidak bisa berbuat banyak, selain berdoa kepada Allah SWT kesembuhan putrinya.

“Orang tua mana yang yang tak sedih melihat anak seperti ini. Tetapi mau bagaimana lagi. Bisa makan sehari-hari saja sudah bersyukur. Mau membawa Suryati berobat ke rumah sakit besar, tidak punya uang,” keluh Sepiani.

Bagaimana rasanya selama belasan tahun merawat Suryati. Hanya orang-orang kuat yang mampu melewatinya. Begitulah penyampaian yang bisa diungkapkan melihat kesabaran yang dimiliki Sutrisno dan Sepiani.

Disinggung terkait bantuan pemerintah, Sutrisno dan Sepiani mengaku, belum sama sekali menerima apapun.

“Bantuan seperti PKH, BLT serta KIS tak pernah didapat. Untuk berobat Suryati dan kebutuhan hidup dari pengasilan bertani dan jualan pecal keliling,” sambut Sutrisno saat disamping sang istri Sepiani.

Dari itu, Sutrisno dan Sepiani mengharapkan orang dermawan yang dapat meringankan beban mereka.

“Bila mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sergai, alhamdulilah. Jika tidak, apa mau dibilang. Kemungkinan kami tak layak dibantu, karena dianggap mampu,” tutup Sutrisno mengakhiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *