banner idul fitri
Ramadhan 1445Renungan Ramadhan

Peristiwa Spritual Dalam Tidur Menurut Iman Al-Ghazali

64
×

Peristiwa Spritual Dalam Tidur Menurut Iman Al-Ghazali

Sebarkan artikel ini

Materi Pembahasan :

وقد بينا أن القلب له وجهان وجه إلى عالم الغيب وهو مدخل الإلهام والوحي ووجه ألى عالم الشهادة

Dan sungguh kami telah menerangkan bahwa hati memiliki dua wajah : satu wajah menghadap alam ghaib, jalan masuk ilham dan wahyu dan satu wajah lain menghadap alam nyata.

Kita mulai dgn memahami hati dalam pandangan Imam Al-Ghazzālī. Hati memiliki dua wajah. Wajah hati yg pertama menghadap alam ghaib. Wajah hati yg kedua menghadap alam syahadah.

Biar lebih mudah, kita sebut wajah hati yang menghadap alam ghaib dengan perasaan dan wajah hati yang menghadap alam syahadah dengan pikiran. Jadi, hati dapat dipahami sebagai totalitas perasaan dan pikiran.

Dalam hal ini, penjelasan Imam Al-Ghazzālī yang harus kita ingat bahwa alam ghaib merupakan jalan masuk ilham dan wahyu. Sebenarnya apa yg sedang dipikirkan oleh manusia adalah apa yg sedang ia rasakan dan apa yg sedang dirasakan olehnya adalah apa yg sedang ia pikirkan.

Manusia memandang alam syahadah dan segala apa yang ada di dalamnya lewat pikiran. Sebab itu, ia memperoleh beragam pengetahuan tentang alam syahadah dan segala apa yg ada di dalamnya. Di antara beragam pengetahuan itu adalah pengetahuan manusia tentang dirinya di alam syahadah.

Sementara itu, manusia memandang alam ghaib dan segala apa yg ada di dalamnya lewat perasaan. Sebab itu, ia memperoleh beragam pengetahuan tentang alam ghaib dan segala apa yg ada di dalamnya. Di antara beragam pengetahuan itu adalah pengetahuan tentang dirinya di alam ghaib.

Dalam hal ini, pengetahuan manusia tentang dirinya dapat dipahami dari perspektif alam syahadah dan perspektif alam ghaib.

Ketika manusia memandang alam syahadah lewat pikiran maka ia bisa mengetahui bagaimana keberadaan dirinya. Misal, ia tahu kalau dirinya termasuk orang miskin karena tidak memiliki harta kekayaan atau ia tahu kalau dirinya termasuk orang kaya karena memiliki banyak harta kekayaan.

Pengetahuan manusia tentang dirinya sebagai orang miskin atau sebagai orang kaya merupakan dua contoh sederhana dari pengalaman material (pengalaman hidup di alam syahadah).

Sekarang kita beralih kepada hakikat tidur. Kita tahu bahwa Allah memegang jiwa orang hidup dalam tidurnya. Selain memegang jiwa orang hidup, Dia juga memegang jiwa orang mati. Sebab itu, jiwa orang hidup dan jiwa orang mati bisa bertemu karena sama-sama dalam genggaman Allah.

Dalam hal ini tidur bukan saja proses natural, artinya proses untuk mengembalikan kebugaran tubuh dari keletihan. Namun tidur bisa dipahami proses spiritual, artinya proses mengembalikan jiwa kepada Allah untuk dirahmati, diampuni, diberkahi dan sebagainya.

Bahkan manusia bisa mengajukan permohonan kepada Allah secara langsung selama tidur berlangsung.

Seperti dijelaskan oleh Imam Al-Ghazzālī dalam kitab Kīmiyā’ as-Sa’ādah, di dalam tidur akan terjadi tiga proses. Pertama, pintu indra terkunci. Kedua, pintu batin terbuka. Ketiga, perkara ghaib tersingkap. Ketiga proses terjadi tanpa kita sadari.

fastabiqul khairat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *