Mandailing NatalPeristiwa

Personil Polres Madina Lakukan Evakuasi Mobil Masuk Masuk Jurang

Avatar photo
72
×

Personil Polres Madina Lakukan Evakuasi Mobil Masuk Masuk Jurang

Sebarkan artikel ini
Satlantas Polres Madina terjun langsung evakuasi mobil yang masuk jurang

Mandailing Natal | Delinews24.net – Guna memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat diwilayah Hukum Polres Madina, Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh S.H.,S.I.K, melalui Kasat Lantas Polres Madina AKP Syamsul Arifin S.E., M.Si, dan beberapa personel Satlantas Polres Mandailing Natal membantu mengevakuasi mobil Toyota Rush yang jatuh ke sungai Batang Natal di Kelurahan Muara Soma, Selasa (23/4/204).

Mobil Toyota Rush yang berisi 9 orang penumpang dengan nomor Polisi B 2325 KMZ itu terjun bebas ke sungai akibat sopir Salman Harahap (20) kelelahan. Mereka datang dari arah Kabupaten Paluta hendak ke Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Diantara 9 orang penumpang itu, ada 5 orang anak di bawah umur. Mereka adalah NF (4), R (1), MG (7), H (4) dan F (2). Kelima anak ini tidak mengalami luka dalam peristiwa itu.

Sedangkan penumpang dewasa adalah Waddi Rambe (32), Holizah Tanjung (30), Royani (28) dan Awardi Hasibuan (32). Waddi seorang diri mengalami luka pada bagian kepala.

“Iya benar, info lengkapnya tanya ke Kapos Lantas Batang Natal, ya,” kata AKP Syamsul membenarkan kejadian tersebut.

Sementara itu, Kapos Lantas Batang Natal Brigadir Heru mengaku siang tadi pihaknya dibantu masyarakat telah selesai mengevakuasi mobil tersebut dari sungai.

“Mobil baru selesai kita angkat dari sungai. Tadi juga kita dibantu masyarakat dan TNI,” ujarnya.

Heru menjelaskan, pemilik mobil dan seluruh penumpang itu tidak mengalami luka serius. Sekarang keluarga tersebut sudah berada di rumah keluarganya di Panyabungan.

“Hanya penumpang disamping sopir saja yang mengalami luka pada bagian kepala, yang lain tidak ada luka,” ungkapnya.

Sesuai pengakuan dari sopir kepada Brigadir Heru, mereka salah pilih jalan dan kelelahan. Rombongan tersebut hendak ke Bekasi dan mengambil jalur lebih cepat menuju Sumatera Barat dari Simpang Gambir.

“Kata sopir itu dia dikasih tahu bahwa jalur lebih cepat dari jalan sini. Jadi bingung kita, datang dari Jawa ke Sumatera Utara bukan lewat Madina, pas pulang mereka dari Madina,” jelas Heru.

AKP Syamsul mengimbau pengendara agar tetap mengutamakan keselamatan pada saat diperjalanan.

“Kembali kita ingatkan, apabila di perjalanan mengantuk atau kelelahan, segera beristirahat. Utamakan keselamatan daripada kecepatan,” imbaunya.

(HPM/ Zakaria)