banner idul fitri
Peristiwa

Pertamina Beri Sanksi SPBU Patumbak Yang Sebabkan Puluhan Motor Mogok

118
×

Pertamina Beri Sanksi SPBU Patumbak Yang Sebabkan Puluhan Motor Mogok

Sebarkan artikel ini
SPBU 14.203.180 Patumbak yang salah isi BBM.

Delinews24.net – PT. Pertamina Patra Niaga akhirnya menjatuhkan sanksi kepada SPBU 14.203.180 Jl. Pertahanan 102 Patumbak Kampung berupa penghentian pasokan Pertalite selama 1 bulan terhitung mulai Selasa (27/02).

Hal itu disampaikan oleh Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut Susanto August Satria di Medan, Senin (26/2). “Pertamina juga meminta kepada SPBU tersebut bertanggung jawab atas rusaknya sepeda motor konsumen. Konsumen yang terdampak silakan menghubungi, melapor ke SPBU tersebut untuk ditangani lebih lanjut,” tambahnya.

Mengutip dari Kompas Senin (26/02) sebelumnya sebagai penelurusan atas viralnya sebuah video yang berasal dari platform Instagram dengan akun @mediagramindo, seorang wanita tampak merekam dirinya dengan mengatakan bahwa dia dan orang-orang yang ada disitu menjadi korban BBM palsu.

“Inilah korban semua gaes, abis ngisi (BBM) langsung mogok,” ucapnya. “Becak, kereta (motor), mobil, tapi entahlah ada berapa mobil tadi ngisi,” lanjutnya lagi.

Sumber: Instagramindo
Tangkapan layar video dari akun @instagramindo.

Mengutip dari Tribun Medan, Eslida Saragih, manajer SPBU, mengakui bahwa kelalaian telah menyebabkan puluhan kendaraan mogok setelah mengisi BBM di tempat tersebut.

Menurut Eslida awalnya petugas SPBU mengisi BBM dari truk tangki Pertamina ke tangki penyimpanan di SPBU pendam pada Senin pagi. Kemudian, petugas SPBU yang bekerja atau menerima bongkar muat salah memasukkan selang; yang solar malah dimasukkan ke tangki pertalite, dan selang yang pertalite malah dimasukkan ke solar.

Dikarenakan sepeda motor mengisi BBM menggunakan Pertalite, maka otomatis semua motor yang pada saat itu mengantri BBM terisi dengan solar tanpa mereka sadari.

Akibatnya semua sepeda motor tersebut langsung mogok dalam radius 100 meter. Bahkan sebagian sampai mengeluarkan asap tebal dari knalpotnya. Hingga akhirnya para korban ini mendatangi SPBU beramai-ramai menuntut pertanggungjawaban pihak manajemen SPBU.

Menghadapi hal tersebut pihak manajemen langsung bergerak cepat. Mereka lalu menutup SPBU lalu mengecek permasalahan. Menyadari telah terjadi kesalahan manusia, pihak SPBU mengambil tindakan dengan bertanggung jawab terhadap kerusakan kendaraan pelanggan.

Eslida mengatakan bahwa pihak SPBU telah menyediakan teknisi khusus untuk menguras dan membersihkan mesin kendaraan roda dua dari BBM solar. Setelah bersih mereka pun mengganti BBM nya dengan Pertalite.

Bagi yang sudah terlanjur memperbaiki di bengkel, pihak manajemen mempersilahkan mereka untuk mengajukan ganti rugi dengan membawa kuitansi dari bengkel tersebut.(dari berbagai sumber)