banner idul fitri
Breaking NewsORGANISASITaskforce HIV-AIDS

PKBI Sumut Adakan Seminar Perangi Diskriminasi Hiv/Aids

Avatar photo
153
×

PKBI Sumut Adakan Seminar Perangi Diskriminasi Hiv/Aids

Sebarkan artikel ini

Deli Serdang || delinews24.net –

PKBI Sumut bekerjasama dengan Indonesia Aids Coalition (IAC) dalam seminar “Perangi Diskriminasi Orang dengan HIV/AIDS” bertemakan “Community System Strengthening Human Rights” (CSSHR) di Prime Hotel. Acara ini menjadi langkah penting dalam upaya memerangi diskriminasi yang masih merajalela terhadap orang penderita HIV/AIDS di Indonesia. Rabu 20/9/2023.

Kasus diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS belum sepenuhnya terpecahkan, sementara pemerintah menargetkan Indonesia bebas dari HIV/AIDS pada tahun 2030. Oleh karena itu, PKBI memutuskan untuk mengambil tindakan nyata dengan mengadakan Seminar Penguatan Sistem Komunitas Hak Asasi Manusia, yang melibatkan berbagai pihak, termasuk stakeholder dan komunitas yang peduli.

Foto kegiatan Seminar hang dilakukan oleh PKBI Sumut di Hotel Prime Deli Serdang

Peserta yang mengikuti seminar.

Peserta seminar ini terdiri dari beragam latar belakang, termasuk advocacy officer, CBMFO, Dinkes Deli Serdang, Dinsos Deli Serdang, Bapedda Litbang Deli Serdang, Disdukcapil Deli Serdang, UPTD Deli Serdang,

Kemudian PKM Tanjung Morawa, PKM Galang, PKM Dalu Sepuluh, PKM Bandar Khalipah, PKM Lubuk Pakam, PKM Pante Labu, Delinews24.net, PL PKBI Sumbar, LBHM Deli Serdang, Desa Bangun Sari, JKM, Cleoparta, Deli Serdang Plus, Yayasan Ceria PSE, dan Deli Serdang Taskforce.

Masih ada stigma sosial yang kuat di masyarakat terkait HIV, yang mengakibatkan diskriminasi serius terhadap penderita.

Salah satu contoh diskriminasi

Seorang kepala sekolah yang mengharuskan seorang guru yang mengidap HIV untuk menjadi pengurus kebun, melakukan tindakan yang tidak dapat diterima dan perlu dijadikan contoh nyata dari diskriminasi yang harus diatasi. Bahkan dalam beberapa kasus, warga menolak pemakaman penderita HIV di pemakaman setempat, yang jelas merupakan tindakan diskriminatif.

Siti Chairani S.Sos, peserta, menjelaskan, “Masyarakat wajib memahami bahwa virus HIV tidak menular lewat angin atau bahkan bekas tempat makam minum penderita HIV. Ketika seseorang penderita meninggal dunia akibat HIV, virusnya tidak akan keluar dari tubuh pasien.”

Dalam perbincangan yang semakin hangat selama seminar, banyak masukan berharga dari komunitas dan pemerintah.

Kesimpulan

Ringkasan dari pembahasan tersebut adalah pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang HIV/AIDS dan bagaimana virus ini sebenarnya menyebar.

Akan Melakukan Rencana.

Komunitas akan melakukan sosialisasi mengenai dampak HIV kepada pemerintah di berbagai desa, dengan usaha audensi dan pengusulan alokasi dana untuk sosialisasi masyarakat.

Seminar memiliki peran penting dalam mencapai tujuan Indonesia bebas HIV/AIDS pada tahun 2030, sambil memastikan penghormatan penuh terhadap hak asasi manusia semua individu.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *