banner idul fitri
ArtikelTaskforce HIV-AIDS

PKBI SUMUT Mengadakan Pertemuan Diskusi Publik Terkait HIV da Tb

Avatar photo
50
×

PKBI SUMUT Mengadakan Pertemuan Diskusi Publik Terkait HIV da Tb

Sebarkan artikel ini

Tanjung morawa || delinews24.net- Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Daerah Sumatera Utara (PKBI SUMUT) melalui pendanaan Indonesia Aids Coalition mengadakan pertemuan rutin terkait HIV AIDS dan tuberkulosis(TB). Kali ini diadakan di Restauran Simpang Tiga Tanjung Morawa, Desa Tanjung Morawa A, kec Tanjung Morawa. (26/10). Pukul 09.00 wib.

Pertemuan Yang dihadiri Stakeholder dan Beberapa Komunitas ( yayasan) ini bertujuan terciptanya analisis dan arahan yang tepat terkait langkah-langkah atau upaya advokasi yang dapat di implementasi bersama, Serta menindaklanjuti beberapa isu khusus HIV dan TB di Kab. Deli Serdang.

Pendekatan berbasis hak untuk penanggulangan HIV dan TB yang mencakup prinsip-prinsip etika dan inklusi adalah pendekatan yang diperlukan untuk mencapai target ambisius 95-95-95 (UNAIDS, 2015;

Stop TB Partnership, 2015). Kebutuhan ini berangkat dari meluasnya stigma, diskriminasi, dan pelanggaran hak orang dengan HIV dan AIDS.

Orang dengan TB dan populasi kunci diatas tantangan ketersediaan dan aksesibilitas layanan yang ada, undang-undang dan kebijakan hukuman yang relevan dengan HIV dan TB juga ada di legislasi nasional dan lokal (UNDP, 2015), serta penolakan, pengucilan dan pelanggaran hak dalam konteks keluarga, kehidupan sosial, pendidikan, juga tempat kerja menghalangi orang dengan HIV/AIDS, orang dengan TB dan populasi kunci dari layanan yang efektif dan berkualitas baik (Baseline, 2018).

Penilaian Dasar 2018 dilakukan setelah pertemuan multistakeholder dalam upaya untuk mengidentifikasi lebih lanjut kesenjangan dan rekomendasi untuk program-program yang akan mengurangi hambatan hak asasi manusia dalam mengakses layanan.

Hambatan utama lain yang diidentifikasi untuk pemenuhan Program AIDS Nasional adalah bahwa sebagian besar penyedia layanan kesehatan belum merangkul perspektif layanan yang berpusat pada klien, yang berkontribusi pada layanan berkualitas rendah secara umum. Terlepas dari upaya yang ada untuk memungkinkan partisipasi masyarakat yang berarti masih banyak yang harus dilakukan untuk memastikan tanggapan lugas dan tepat waktu dalam pengambilan keputusan.

Sifat formal dan terstruktur dari pertukaran informasi antara masyarakat dan pemerintah merupakan penghalang utama bagi dialog yang lebih produktif. Untuk itu peran serta masyarakat mulai dari program perencanaan, pelaksanaan kegiatan, bahkan monitoring dan evaluasi serta pemeliharaan hasil pembangunan benar-benar melibatkan masyarakat, dengan alasan masyarakat yang paling tahu akan permasalahan dan kebutuhan akan penyelesaiannya.

Dalam program Community System Strengthening-Reducing Human Right Barriers (CSS-HR) salah satunya diharapkan akan mengidentifikasi laporan-laporan dari penerima manfaat terkait dengan beberapa issue yang dialami oleh penerima manfaat, dimana issue issue dimaksud perlu diverifikasi dan didiskusikan oleh perwakilan masyarakat sehingga diharapkan akan menghasilkan rekomendasi atau masukan bagi perbaikan yang dibutuhkan.

Dari proses diskusi yang dilakukan oleh perwakilan masyarakat, organisasi masyarakat sipil

maupun populasi kunci, maka diharapkan akan menghasilkan beberapa rekomendasi penting untuk dikomunikasikan kepada pemerintah baik kota/kabupaten, provinsi maupun pusat. Serta perlu untuk menindaklanjuti isu terkait rendahnya tes HIV IMS bagi Pekerja sex perempuan, sulitnya akses Viral Load dan sangat rendahnya

Sosialisasi dan Edukasi HIV khususnya kepada masyarakat Kab. Deli Serdang dan kebutuhan layanan pengaduan kekerasan, diskriminasi untuk pupulasi kunci. Oleh karenanya diperlukan pertemuan yang

diharapkan akan menghasilkan sebuah konsep note yang dapat menjelaskan kebutuhan yang akan di advokasikan.

Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Yayasan Mentari Meraki Asa Deli Serdang, Yayasan Caritas Pse, Jaringan Kesehatan Masyarakat Deli Serdang, Taskforce Deli Serdang, Deli Serdang Plus, Cleopatra, Yayasan Medan Plus, Universitas Prima Indonesia, LBH Masyarakat Deli Serdang turut hadir sebagai narasumber Dinas Kesehatan Kab. Deli Serdang, Dinas Sosial Kab. Deli Serdang dan Bappeda Litbang Kab. Deli Serdang.

( Antono)