banner idul fitri
Pemilu 2024SOSIALISASI PROGRAM

PW MCMI SUMUT Ajak Umat Ciptakan Pemilu 2024 Damai dan Sejuk

Avatar photo
244
×

PW MCMI SUMUT Ajak Umat Ciptakan Pemilu 2024 Damai dan Sejuk

Sebarkan artikel ini
PW MCMI SUMUT Ajak Umat Ciptakan Pemilu 2024 Damai dan Sejuk
Sekjend Mcmi Sumut ( Jaket hijau bersama pengurus MCMI lainnya) saat orintasi nasional bela Negara di jakarta

PW MCMI SUMUT Ajak Umat Ciptakan Pemilu 2024 Damai dan Sejuk

Medan|| delinews24.net- Pimpinan Wilayah Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (PW MCMI) Provinsi Sumatera Utara mengajak seluruh umat dan warga Sumatera Utara untuk mewujudkan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) yang damai, sejuk, dan aman.

Meskipun memiliki pilihan berbeda, kesatuan dan kerukunan umat harus dijaga serta diutamakan.

Sekretaris Jenderal PW MCMI Sumatera Utara, Erwin Ramadani, S.PI, menyatakan bahwa saat ini sudah memasuki masa kampanye Pilpres dan Pileg.

Dalam konteks ini, diharapkan kepada semua elemen masyarakat agar menjadikan masa kampanye sebagai ajang pendidikan politik. Erwin menekankan perlunya membangun politik dengan suasana yang sejuk, santun, dan damai.

“Mari kita hadapi pemilu 2024 dengan suasana yang damai dan sejuk. Jangan jadikan Pemilu sebagai sarana untuk mencela dan bermusuhan. Sebab, Pemilu adalah untuk kebaikan bangsa dan masyarakat,” ujar Erwin.

PW MCMI SUMUT Ajak Umat Ciptakan Pemilu Damai dan Sejuk
Sekjend MCMI SUMUT ( Pakai sal) saat bersama ketua dewan pembina Dr Budi Karya Sumadi yang juga menteri perhubungan.

Baca Jugahttps://delinews24.net/ciptakan-sitkamtibmas-kondusif-brimob-polda-sumut-lakukan-patroli-di-malam-hari/

Dewan Pengawas Pondok Pesantren Baitul Qur’an itu menyoroti kerja keras jajaran Polri-TNI dalam menciptakan rasa aman, terutama menjelang Pemilu. Erwin menyatakan bahwa kerja keras tersebut perlu didukung oleh semua elemen masyarakat, karena tanggung jawab keamanan merupakan tugas bersama.

Erwin juga mengimbau agar masyarakat, khususnya para pengurus MCMI Se Sumatera Utara, bijak dalam menggunakan media sosial (medsos). Ini dilakukan mengingat adanya informasi provokatif, ujaran kebencian, dan hoaks yang dapat memicu konflik. Erwin menekankan pentingnya melakukan verifikasi terhadap setiap informasi sebelum menyebarkannya.

“Ketika kita menerima informasi, jangan langsung percaya. Cek kembali dan pastikan kebenarannya. Bila informasi itu benar, kita filter lagi. Apakah layak untuk disebarluaskan. Meski benar, tetapi tak layak untuk disebarluaskan, sebaiknya kita tak perlu turut menyebarluaskan. Persatuan merupakan harga yang sangat mahal,” tutup Erwin.

Khusus untuk para pengurus MCMI di kabupaten/kota, para ustadz, dan pengurus BKM masjid, Erwin mengimbau agar saat memberikan tausiyah atau ceramah kepada umat, mereka turut memahamkan pentingnya memilih pemimpin yang berkualitas, jujur, dan berintegritas. Erwin, yang saat ini memimpin Forum BKM Masjid, menekankan bahwa pemilihan pemimpin yang baik akan melahirkan pemimpin bangsa yang adil dan berkualitas.