banner idul fitri
Breaking News

Rumah Warga di Ibu Kota Kabupaten,Jadi Langganan Banjir Camat dan Lurah Lima Puluh Tidak Peka

44
×

Rumah Warga di Ibu Kota Kabupaten,Jadi Langganan Banjir Camat dan Lurah Lima Puluh Tidak Peka

Sebarkan artikel ini

Batu Bara || delinews24.net-

Bukan cuma rumah namun tempat usaha juga tak luput dari genangan air akibat hujan selama tiga hari berturut-turut yang mengakibatkan banjir sebagian pemukiman warga warga di Lingkungan V Kelurahan Lima Puluh Kota Kecamatan Lima Puluh, yang nota benernya adalah Ibu kota Kabupaten,hingga mencapai 30 centimeter, Sabtu (7/5/22) malam.

.
Pristiwa banjir di musim penghujan yang di alami warga seolah tidak menyentuh kepekaan Camat dan Lurah yang dinilai Tak Peduli, padahal sebagian yang terdampak adalah para pengusaha UMKM, yang sangat mungkin mengganggu usaha dagangannya.

Pemilik rumah, Sutrisno (63) mengeluhkan banjir yang melanda kediamannya sudah berulang-ulang terjadi. Bahkan Sutrisno mengaku dirinya sudah berulang kali melapor ke Lurah Lima Puluh Kota dan Camat Lima Puluh.

Namun Sutrisno menyayangkan tidak ada respon dari kedua pejabat publik tersebut. Terbukti air bak air bah selalu menyerang kediamannya setiap hujan turun.

“Air meluap akibat parit/  drainase tumpat dan limpahan air dari badan jalan. Limpahan air dari badan jalan akibat drainase di seberang jalan ditutup rapat dengan membuat trotoar”, keluh pria yang akrab disapa Senopati itu.

Warung milik Sutrisno selama 15 tahun terakhir merupakan markas komunitas wartawan Wappress (Warung Apresiasi Press). Warung ini sudah dikunjungi belasan pejabat Pemkab Batu Bara serta beberapa anggota DPRD Batu Bara. Bahkan sudah 3 Kapolres Batu Bara yang datang bertandang di warung milik Sutrisno ini.

Kepada anggota Wappress, Sutrisno yang juga diangkat sebagai anggota kehormatan minta agar Pemkab Batu Bara memberikan perhatian serius mengatasi banjir yang terus menerus menyerang kediamannya.

Ketua Komunitas Warung Apresiasi Pers (Wappress) Zainuddin angkat bicara terkait banjir yang sering melanda di kediaman Sutrisno.

“Apa kerja Camat dan Lurah. Setiap awal tahun digelar Musrenbang. Apa tidak ada niat mereka untuk ajukan usaha untuk mencegah kebanjiran pada Musrenbang”, ketus pria yang akrab disapa si Kumis ini.

Zainuddin menilai pembangunan trotoar yang menutup drainase merupakan kesalahan fatal. Akibat drainase tertutup trotoar praktis limpasan air hujan dari badan jalan akan menerjang rumah warga.

“Belum lagi saluran drainase dari sisi yang tidak tertutup troatoar dalam kondisi tersumbat. Koq Lurah tidak tau atau pura-pura tidak tau ya “, ucapnya mashgul.

Diingatkannya , ruas jalan yang kerap melimpahkan air hujan ke rumah warga merupakan jalan Protokol ibukota Kabupaten Batu Bara.

“Benahilah drainase di jalan Protikol itu demi menjaga marwah wajah ibukota. Malu kita kalau ibukota memberi kebanjiran kepada warga”, sambung Sultan Aminuddin, punggawa Wappress lainnya.

Bahkan Sultan Aminuddin mengancam seluruh anggota Wappress akan berunjukrasa di DPRD dan Kantor Bupati Batu Bara bila masalah banjir tersebut tidak kunjung diatasi dinas terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *