Mandailing Natal

Upacara Hari Kebangkitan Nasional Di Kecamatan Siabu

Avatar photo
×

Upacara Hari Kebangkitan Nasional Di Kecamatan Siabu

Sebarkan artikel ini

Mandailing Natal | Delinews24.net – Camat Siabu Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Kecamatan Siabu. Camat Siabu, Sudrajat Putra Batubara SH.,MH, dalam upacara Hari Kebangkitan Nasional menjadi pimpinan upacara di halaman Kantor Camat Siabu.

Kegiatan itu dihadiri Forkopimca Siabu, diantaranya Kapolsek Siabu, AKP Jamal Nasution SH, diwakili Kepala SPKT Polsek Siabu Aiptu M.N Harahap, Danramil 12 Siabu Letda inf M Nasution, Kepala Puskesmas Siabu dr Emmy Evawany Nasution, Kepala Puskesmas Sihepeng drg Rita Asmarida Batubara, Korwil IV Pendidikan Askolani Nasution, Korwil Pertanian Siabu Kholidah.

Tampak juga kepala desa se-Kecamatan Siabu, OKP, Kepala Sekolah SD, SMP dan siswa-siswi, ASN, Personil Koramil 12 Siabu dan Honorer di lingkungan Kecamatan Siabu.

Tampil sebagai Komandan Upacara Sertu Niaston Simatupang serta Perwira Upacara Aiptu Naamuddin Siregar.

Sudrajat Putra selaku Pimpinan Upacara Hari Kebangkitan Nasional membacakan Amanat Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi;

Hari-hari ini kita dihadapkan suatu realitas yang terpampang terang yakni, kemajuan teknologi yang melesat cepat. Kita sudah memilih bukan hanya ikut serta, tetapi lebih daripada itu, menjadi pemain penting agar dapat menggapai dunia.

Hari-hari ini hingga dua dekade kedepan merupakan momen krusial yang akan sangat menentukan langkah kita dalam mewujudkan itu semua.

Refleksi atas pilihan tersebut, bisa kita rujuk dengan,”berkunjung kembali” kepada gagasan awal menjadikan dan membentuk Indonesia. Bagaimana sejarah telah membentuk kebangsaan kita. Sejarah diperlukan bukan karena sensasi politiknya juga bukan sebagai sumber keteladanan nilai semata mata, tetapi percakapan terus menerus tentang kemajuan, kemanusiaan dan kesejahteraan.

Keteladanan tidak harus diikatkan pada masa lalu, namun dapat dikaitkan dengan masa depan, yaitu pada ide ide yang terbuka yang membuka imajinasi peradaban.

Lebih dari seabad lalu tepatnya 20 Mei 1908 lagi organisasi Boedi Oetomo yang dimasa itu telah menumbuhkan bibit bagi cita cita mewujudkan Kemerdekaan Indonesia. hari berdirinya Boedi Oetomo inilah oleh yang kelak simbol dari kebangkitan dari Hari Kebangkitan Nasional yang kita rayakan hari ini.

Organisasi Boedi Oetomo bermula dari sejumlah dokter dan calon dokter di Batavia yang berkumpul dan menjadikan suatu organisasi yang modern.

Banyak yang menaruh harapan pada organisasi Boedi dan menganggap suatu motor penggerak gerakan Kemerdekaan di Hindia Belanda,bahkan Van defender, seorang tokoh politik etis Belanda, menyatakan “Suatu yang ajaib sedang terjadi, insulin de molek yang sedang tidur sudah terbangun.

Dalam.aspek bisnis, sosial, ekonomi transformasi digital dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan produktifitas dan profitabilitas bisnis.

Sementara itu, dalam aspek sosial dan lingkungan, tranfornasi digital mampu meningkatkan akses terhadap berbagai teknologi untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Potensi potensi ini tentu mendukung percepatan transformasi digital, sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk keluar dari middle income trap. Perekonomian Indonesia harus tumbuh kisaran 6 hingga 7% untuk dapat mencapai target Negara untuk berpendapatan tinggi atau negara maju pada tahun 2045.

Dengan pencanangan percepatan transformasi digital Nasional oleh bapak Presiden Joko Widodo yang berpacu beberapa tahun ini, tantangan demi tantangan dapat kita hadapi bersama, kerja bersama dari seluruh komponen bangsa telah menggerakkan roda transformasi dengan pasti.

Hasil demi hasil bisa mulai dinikmati, mulai kalangan perkotaan sampai pendesaan, di seluruh penjuru tanah air.

Kebangkitan kedua merupakan momen terpenting bagi kita hari ini. Kita harus menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri dan keyakinan.

Kemajuan telah telah terpampang didepan mata. Momen ini mesti kita tangkap agar kita langgeng menuju mimpi sebagai bangsa.

Tidak mungkin lagi bagi kita untuk berjalan lamban, karena kita berkejaran dengan waktu.

Dititik inilah, seluruh potensi sumber daya alam kita, bonus demografi kita potensi transfornasi digital kita, menjadi modal dasar menuju

Indonesia Emas menuju 2045. Mari kita rayakan kebangkitan kedua menuju Indonesia Emas!.( Zakaria)