Example floating
Example floating
Asahan

Mahasiswa di Asahan Soroti Kinerja Camat Kisaran Timur Jelang Pelantikan sebagai Kasat Pol PP

49
×

Mahasiswa di Asahan Soroti Kinerja Camat Kisaran Timur Jelang Pelantikan sebagai Kasat Pol PP

Share this article

Asahan | Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembaharuan Anti Korupsi (GMPK) menggelar aksi unjuk rasa (14/01/2026) dengan menyoroti kinerja Ahmad Syaiful P. Pasaribu selama menjabat sebagai Camat Kisaran Timur, sebelum dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Asahan.

Aksi unjuk rasa tersebut digelar di Kantor Camat Kisaran Timur. Dalam orasinya, Habib, selaku Koordinator Lapangan GMPK, menilai kepemimpinan Syaiful selama menjabat camat dinilai gagal karena tidak mampu mengawasi dan menertibkan bawahannya.

Menurut Habib, sejumlah kelurahan di Kecamatan Kisaran Timur diduga tidak dikelola secara bersih. Ia menyoroti dugaan penyimpangan dalam pendistribusian bantuan sosial seperti PKH, BLT, dan bantuan lainnya yang dinilai tidak tepat sasaran.
“Syaiful gagal memimpin sebagai camat. Mengatur bawahannya saja tidak mampu. Contohnya lurah di Kecamatan Kisaran Timur, seperti Lurah Kedai Ledang dan Lurah Sentang. Bantuan PKH, BLT, dan bantuan lainnya diduga hanya diberikan kepada orang-orang dekat lurah,” tegas Habib.

Selain itu, GMPK juga menyoroti dugaan buruknya kualitas pekerjaan infrastruktur di wilayah tersebut, seperti pembangunan drainase dan rabat beton di Jalan Sentul yang disebut dikerjakan asal jadi, tanpa menggunakan ready mix dan alas plastik sebagaimana mestinya.
Menanggapi aksi tersebut, Sekretaris Camat Kisaran Timur, Dedi Indra Purnawan, menyampaikan bahwa pihak kecamatan akan segera menindaklanjuti tuntutan mahasiswa dengan memanggil lurah-lurah yang disebutkan dalam orasi.
“Semua tuntutan adik-adik mahasiswa akan kami tanggapi. Kami akan memanggil lurah yang bersangkutan untuk ditindaklanjuti. Namun kebetulan Pak Camat sedang berada di Kantor Bupati Asahan,” ujar Dedi.

Mendengar pernyataan tersebut, massa aksi kemudian bergerak menuju Kantor Bupati Asahan untuk melanjutkan unjuk rasa agar kritik mereka dapat disampaikan langsung kepada yang bersangkutan.

Saat berunjuk rasa di Kantor Bupati Asahan, Ketua GMPK Raja Panjaitan menyampaikan bahwa Ahmad Syaiful dinilai belum layak dipromosikan menjadi Kasat Pol PP. Ia menilai, selama menjabat sebagai camat, berbagai persoalan di Kecamatan Kisaran Timur tidak terselesaikan.
Raja menyoroti maraknya Tempat Hiburan Malam (THM) yang berkembang di wilayah tersebut, lemahnya penindakan, serta tidak maksimalnya penyelesaian persoalan CSR perusahaan dan konflik internal masyarakat.
“Selama menjabat camat, tidak ada prestasi yang bisa dibanggakan. Persoalan masyarakat, CSR perusahaan, hingga penertiban usaha hiburan malam tidak ditangani dengan baik,” ujar Raja.

Aksi unjuk rasa akhirnya membubarkan diri setelah perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Asahan, Ulil, menemui massa dan berjanji akan menyampaikan seluruh kritik mahasiswa kepada Bupati Asahan dan pihak terkait.
“Kritikan adik-adik sekalian akan saya sampaikan kepada Pak Bupati dan yang bersangkutan,” ucap Ulil.
Meski demikian, GMPK menyatakan akan kembali menggelar aksi unjuk rasa pada pekan mendatang. Mereka juga berencana melaporkan dugaan penyimpangan tersebut ke Kejaksaan Negeri Kisaran dan aparat penegak hukum (APH) dengan membawa sejumlah bukti pendukung.

Example 120x600