Example floating
Example floating
Agraria

ATR/BPN Ungkap Capaian Signifikan PTSL dan Pendataan Tanah Ulayat Tahun Lalu

668
×

ATR/BPN Ungkap Capaian Signifikan PTSL dan Pendataan Tanah Ulayat Tahun Lalu

Share this article
Optimalkan Anggaran, Kinerja ATR/BPN 2025: Sertifikasi Tanah Meningkat, Penyerapan Anggaran Tembus 99%

delinews24.net – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menorehkan capaian signifikan dalam percepatan pendaftaran tanah nasional sepanjang tahun 2025. Melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), kementerian berhasil menerbitkan sebanyak 1,2 juta sertipikat tanah, mendorong jumlah total bidang tanah terdaftar di Indonesia menjadi 97,4 juta bidang.

Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT), Asnaedi, menyampaikan prestasi ini dalam Rapat Pimpinan (Rapim) yang digelar di Kantor Kementerian ATR/BPN pada Rabu (14/1/2026). “Kita sudah bersama-sama berusaha keras untuk menuntaskan target realisasi SHAT PTSL hingga mencapai 100 persen, termasuk capaian pendataan tanah ulayat yang juga terealisasi sepenuhnya,” ujar Asnaedi.

Capaian Melampaui Target di Berbagai Program

Tahun 2025 menjadi tahun yang produktif dengan realisasi yang seringkali melampaui target. Program pendataan tanah ulayat yang ditargetkan 600 hektare, justru terealisasi seluas 2.623,44 hektare. Berikut rincian capaian program sertipikasi lainnya:

  • Redistribusi Tanah: 62.869 sertipikat
  • Konsolidasi Tanah: 2.394 sertipikat
  • Non-Sistematis: 13.209 sertipikat
  • Barang Milik Negara (BMN): 3.299 sertipikat

Asnaedi menegaskan bahwa keberhasilan ini didorong oleh perencanaan yang matang, pemanfaatan sistem informasi, dan penguatan koordinasi pusat-daerah. “Capaian ini menunjukkan bahwa perencanaan yang terukur mampu mendorong kinerja yang lebih efektif dan akuntabel,” tambahnya.

Akuntabilitas Anggaran dan Fokus 2026 pada Tanah Wakaf

Dari sisi pengelolaan keuangan, penyerapan anggaran untuk rincian output utama mencapai 99,31 persen, sementara realisasi pada program prioritas tercatat 96,91 persen. Angka ini mencerminkan efektivitas dan akuntabilitas yang tinggi dalam pelaksanaan program.

Ke depan, Asnaedi menyoroti perlunya percepatan pada sertipikasi tanah wakaf dan rumah ibadah. Ia mengakui bahwa masih banyak aset wakaf yang belum memiliki kepastian hukum dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. “Target sertipikasi tanah wakaf masih sangat besar. Kita fokus di situ supaya di tahun 2026 ini didapatkan lagi tambahan kekuatan untuk menyelesaikan sertipikat tanah wakaf atau rumah ibadah,” jelasnya.

Rapat Pimpinan yang dipimpin oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, dan didampingi Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, ini diikuti seluruh pejabat tinggi madya dan pratama di pusat serta Kepala Kantor Wilayah BPN se-Indonesia secara daring. Forum ini menjadi evaluasi sekaligus penyusunan strategi untuk meningkatkan capaian di tahun 2026.

Example 120x600