delinews24.net – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meraih penghargaan sebagai Kementerian dengan Strategi Komunikasi Paling Masif dari INDOPOSCO dalam acara Anugerah INDOPOSCO Tahun 2026, Selasa (3/2/2026). Penghargaan ini diterima langsung oleh Staf Ahli Bidang Teknologi Informasi Kementerian ATR/BPN, Dwi Budi Martono, yang mewakili Menteri ATR/Kepala BPN.
“Strategi komunikasi Kementerian ATR/BPN diakui oleh pihak luar, bukan hanya oleh internal kita. Bahkan sekelas INDOPOSCO, dengan jaringan yang begitu luas, memberikan penghargaan ini kepada strategi komunikasi kita,” ujar Dwi Budi Martono usai menerima penghargaan.
Ia secara khusus mengapresiasi kinerja Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN. Dwi Budi Martono berharap penghargaan ini tidak hanya menjadi pengakuan, tetapi juga motivasi bagi jajaran untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi publik. “Tentu ini juga menjadi energi baru bagi seluruh karyawan kita yang menjadi duta Humas untuk lebih bagus lagi, lebih keras lagi dalam mewartakan hasil-hasil kerja keras Kementerian ATR/BPN,” tuturnya.
Strategi komunikasi yang dijalankan ATR/BPN selama ini difokuskan pada penyampaian informasi pertanahan dan tata ruang secara mudah dipahami masyarakat. Materi yang disebarluaskan mencakup program sertipikasi tanah, penanganan masalah pertanahan, hingga penguatan layanan berbasis digital. Penyebaran informasi dilakukan melalui berbagai kanal untuk meningkatkan literasi dan kepercayaan publik.
Dalam acara yang mengusung tema “Kepak Membawa Dampak” dan bertepatan dengan HUT ke-5 INDOPOSCO ini, Kementerian ATR/BPN menjadi salah satu dari 20 pihak yang dianggap berjasa dalam pembangunan Indonesia. Penghargaan diserahkan oleh Komisaris Utama PT Indonesia Digital Pos, Syarif Hidayatullah.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, Harison Mocodompis, dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat, Shinta Purwitasari. Penghargaan ini menjadi bukti pengakuan eksternal atas upaya ATR/BPN dalam membangun komunikasi publik yang efektif dan masif.













