PUISI

Diantara Senja dan Mentari

26
×

Diantara Senja dan Mentari

Sebarkan artikel ini

Mentari pagi menyinari jiwa dalam renungan.
Mereka menyadari bahwa dalam setiap titik terang ada bayangan dalam setiap tawa,
ada getir yang terlupakan.

Dalam keremangan senja,
di antara peraduan warna-warni langit yang meredup,
mereka duduk bersama,
merenungkan kenangan-kenangab yang pernah mereka bagi.

Namun,
di tengah-tengah keheningan,
terdengarlah suara hati yang memohon untuk dibebaskan dari belenggu kekosongan.

Dalam detik-detik mengikat terakhir menjelang malam,
mereka memandang satu sama lain dengan tatapan yang penuh arti.

Mereka tahu,
di balik senyuman yang dipaksakan,
tersembunyi keinginan yang tak terucapkan untuk bahagia,
meskipun harus melepaskan tali yang mengikat.

Akhirnya,
di langit yang sama,
di tepi samudra yang tenang,
mereka memutuskan untuk melepaskan tangan satu sama lain.

Dalam langkah terakhir yang penuh harapan,
mereka melompat bersama, membiarkan diri mereka terhanyut oleh gelombang masa depan yang belum terbentuk.