delinews24.net – Memasuki bulan Zulhijah 1447 Hijriah, umat Islam di Indonesia mulai bersiap menyambut Hari Raya Idul Adha dengan berbagai amalan sunnah. Salah satu ibadah yang paling dinantikan dan memiliki keutamaan besar adalah pelaksanaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah yang jatuh pada sembilan hari pertama di bulan suci tersebut.
Berdasarkan hasil sidang isbat penetapan awal Zulhijah oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Merujuk pada keputusan tersebut, berikut adalah jadwal lengkap pelaksanaan puasa sunnah menjelang Idul Adha 2026:
1 Zulhijah 1447 H: Senin, 18 Mei 2026
2 Zulhijah 1447 H: Selasa, 19 Mei 2026
3 Zulhijah 1447 H: Rabu, 20 Mei 2026
4 Zulhijah 1447 H: Kamis, 21 Mei 2026
5 Zulhijah 1447 H: Jumat, 22 Mei 2026
6 Zulhijah 1447 H: Sabtu, 23 Mei 2026
7 Zulhijah 1447 H: Minggu, 24 Mei 2026
8 Zulhijah 1447 H (Puasa Tarwiyah): Senin, 25 Mei 2026
9 Zulhijah 1447 H (Puasa Arafah): Selasa, 26 Mei 2026
Mengenal Puasa Tarwiyah (8 Zulhijah)
Secara etimologi, istilah Tarwiyah berasal dari kata tarawwa yang berarti membawa bekal air. Penamaan ini merujuk pada tradisi historis para jemaah haji zaman dahulu yang mengumpulkan dan membawa persediaan air zamzam dari Mekkah menuju tempat wukuf di Arafah dan Mina untuk kebutuhan fisik mereka serta hewan tunggangan selama di perjalanan ibadah.
Bagi umat Muslim yang ingin menunaikan Puasa Tarwiyah pada Senin, 25 Mei 2026, berikut adalah bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah hari Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
Secara teknis, tata cara pelaksanaan Puasa Tarwiyah sama dengan puasa sunnah pada umumnya, yakni menahan lapar, haus, dan hal yang membatalkan dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa ini bersifat spesifik dan hanya sah dinamakan Puasa Tarwiyah jika dikerjakan tepat pada tanggal 8 Zulhijah.
Mengenal Puasa Arafah (9 Zulhijah)
Puasa Arafah merupakan salah satu puncak amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Waktu pelaksanaannya bertepatan langsung dengan momentum krusial rukun haji, yaitu saat para jemaah haji dari seluruh dunia melakukan wukuf di Padang Arafah dengan mengenakan pakaian ihram sebagai bentuk ketundukan kepada Allah SWT.
Bagi Muslim yang tidak berhaji dan ingin meraih pahala di hari Selasa, 26 Mei 2026, berikut lafal niat Puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ‘arafata sunnatal lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah hari Arafah karena Allah Ta’ala.”
5 Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Melaksanakan kedua puasa sunnah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan medium spiritual yang menyimpan ragam fadilah (keutamaan) besar, antara lain:
- Amal Saleh yang Paling Dicintai Allah SWT: Sepuluh hari pertama bulan Zulhijah merupakan waktu-waktu emas. Rasulullah SAW menegaskan bahwa tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai oleh Allah ketimbang pada hari-hari ini.
- Penghapus Dosa Dua Tahun: Khusus untuk Puasa Arafah, Rasulullah SAW bersabda bahwa ibadah ini berpotensi menghapus dosa setahun yang lalu (masa lalu) dan setahun yang akan datang (masa depan).
- Pembebasan dari Siksa Api Neraka: Hari Arafah merupakan momentum di mana Allah SWT paling banyak mengampuni dosa hamba-Nya dan membebaskan mereka dari siksa api neraka.
- Manfaat Kesehatan Lahir dan Batin: Secara biologis, puasa memberikan jeda istirahat bagi organ pencernaan guna membantu detoksifikasi tubuh dan memelihara kebugaran, sekaligus menghadirkan ketenangan jiwa.
- Refleksi Spiritual Kedekatan Umat: Pelaksanaan puasa ini menumbuhkan empati, memperdalam kontemplasi hidup, serta mengobarkan motivasi dan kerinduan spiritual umat untuk kelak dapat memenuhi panggilan ibadah haji ke Baitullah.








