delinews24.net – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) secara serius menyusun strategi dan progres pembinaan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Langkah ini diambil menyikapi kompleksitas tugas dan tingginya tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik di bidang pertanahan dan tata ruang.
Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menekankan urgensi program pengembangan SDM untuk memitigasi berbagai risiko internal. “Untuk memitigasi risiko terkait ketimpangan kompetensi, ketimpangan pengetahuan, peran pengembangan dan pembinaan SDM ini sangat dibutuhkan. Mengingat kita memiliki SDM dengan berbagai jabatan, latar belakang pendidikan, serta tugas kita yang bertambah dan tuntutan masyarakat cukup tinggi,” ujarnya dalam Rapat Pembahasan Kebutuhan Peningkatan Kompetensi di Kantor Kementerian ATR/BPN, Senin (12/1/2026).
Berdasarkan data Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Manajemen Risiko (Ortala MR), jumlah total Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian ATR/BPN mencapai kurang lebih 34.000 pegawai, yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Menghadapi jumlah yang besar dan beragam ini, Sekjen menekankan pentingnya pendekatan yang terperinci.
“Ini peran dari teman-teman pengembangan SDM, untuk melihat para aktor yang ada di kantah seperti apa. Misal untuk loket pelayanan, seperti apa karakteristik pegawainya, bahkan sampai pada pekerjaan yang sifatnya teknis seperti ketatausahaan, itu penting kita bahas,” jelas Dalu di hadapan para pejabat dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Biro SDM, serta Biro Ortala MR.
Merespons hal tersebut, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Agustyarsyah, memaparkan sejumlah inisiatif yang telah dan sedang dilakukan. Ia menyebut bahwa banyak persoalan organisasi berakar dari masalah SDM.
Untuk itu, BPSDM telah membentuk assessment center yang bertugas menyusun profil mendetail setiap pegawai. Profil ini kemudian menjadi dasar untuk menyediakan berbagai pelatihan pengembangan kompetensi, baik teknis maupun manajerial, yang tepat sasaran.
Lebih lanjut, Agustyarsyah mengungkapkan proyek percontohan yang sedang dipersiapkan. “Ke depan pada Mei 2026 kami tengah menyiapkan project kantor model untuk tiga kantor pertanahan. Mudah-mudahan sudah berjalan dengan harapan model kantor ini menjadi contoh untuk ratusan kantor pertanahan yang lain. Kita sudah memetakan kondisinya seperti apa, profilnya, pelatihan apa yang diperlukan,” jelasnya.
Rapat ini menjadi bagian dari upaya sistematis Kementerian ATR/BPN untuk membangun SDM yang unggul, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, seiring dengan transformasi digital dan tuntutan era baru penyelenggaraan pemerintah.













