Langkat/delinews24.net – Pengurus Rayon IV yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara dari setiap Stasi yakni: Stasi Air Tenang, Stasi Kuala Sawit, Stasi UPL, Stasi Sawit Hulu, Stasi Sawit Seberang, Stasi Tanjung Beringin, Lingkungan Santa Friska,Santa Lusia,.Santa Theresia dan Stasi Stabat sebagian tuan rumah telah melaksanakan Pertemuan bersama Tim Sinodal Paroki MBPA (Maria Bunda Pertolongan Abadi ) Binjai, Sabtu (21/02/26) bertempat di Aula Gereja Katolik Stasi Santa Elisabeth Stabat, Kabupaten Langkat.
Tim Sinodal Paroki Maria Bunda Pertolongan Abadi Binjai Bapak Gregorius Bhima, S.M. yang juga seorang Penyuluh Agama Katolik kantor kementerian Agama kabupaten Langkat memberikan materi dan menjelaskan dengan simulasi tentang proses Sinode yang didampingi bapak Marimbun Tamba sebagai tim Sinodal yang juga sebagai wakil ketua Dewan Stasi Stabat juga memberikan katekese, serta memimpin Ibadah singkat terlebih dahulu sosialisasi tersebut dimulai.
Sinode adalah peristiwa iman dimana seluruh Umat membuka telinga, hati dan akal budi untuk mendengarkan Roh Kudus berbicara dalam peristiwa zaman, termasuk ketidakpastian global seperti perubahan iklim yang memicu bencana alam, sebagaimana dibahas dalam Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) V tahun 2025 yang menekankan Gereja sebagai peziarah pengharapan di tengah tantangan nasional dan internasional, yang menggambarkan Gereja sebagai bahtera pengharapan yang mengarungi zaman dengan semangat pembaruan diri.
Dari perspektif teologi sinode adalah ruang partisipasi seluruh Umat Allah dalam misi Kristus.
“Bagi Keuskupan Agung Medan, Sinode Diosesan VII ( ketujuh) adalah kesempatan untuk memperbarui arah pastoral dalam terang pengalaman hidup Umat”, ujar pak Bhima.
Tema Sinode Diosesan VII adalah Gereja Keuskupan Agung Medan “Berjalan Bersama untuk Mendengarkan, Meneguhkan dan Mewartakan”. Ujarnya kepada awak media.







