delinews24.net – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, memotivasi para santri di Pondok Pesantren Al-Bahjah untuk mengambil peran dalam pembangunan bangsa, khususnya melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam sambutannya pada kegiatan Pendampingan Santri Kelas XII SMAIQu Al-Bahjah, Sabtu (18/4/2026), Menteri Nusron menyatakan bahwa santri tidak hanya berpeluang menjadi kader ulama, tetapi juga dapat berkontribusi sebagai pelaksana kebijakan negara atau yang ia sebut sebagai hikmatal hukama.
“Kalau ingin berkontribusi bagi bangsa dan negara, selain dikader sebagai ulama, Adik-Adik sekalian bisa jadi hikmatal hukama atau kader pelaksana kebijakan,” ujar Menteri Nusron di hadapan Buya Yahya selaku Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah.
Menurut Menteri Nusron, hikmatal hukama mencakup berbagai peran strategis dalam pemerintahan, baik sebagai teknokrat maupun birokrat yang bertugas membantu pengambilan kebijakan di berbagai sektor. Ia menilai posisi tersebut sangat penting dalam menentukan arah pembangunan nasional.
Kuasai STEM Kunci Ketahanan Negara
Menteri Nusron menjelaskan bahwa kekuatan suatu negara dipengaruhi oleh penguasaan bidang STEM (science, technology, engineering, and mathematics) sebagai fondasi. Ia mencontohkan ketahanan Iran di tengah tekanan global sebagai hasil dari kemandirian di sektor pangan, energi, dan teknologi.
“Kenapa Iran bertahan, karena swasembada pangan, swasembada energi, dan memiliki teknologi yang kuat,” jelasnya.
Karena itu, Menteri Nusron mendorong para santri untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan di bidang-bidang strategis, seperti teknologi pangan, energi, hingga geologi. Ia menilai penguasaan sektor tersebut menjadi kunci untuk mewujudkan kemandirian bangsa.
10 Sektor yang Membutuhkan Peran Santri
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron memaparkan sedikitnya 10 sektor penting yang membutuhkan peran hikmatal hukama, yaitu:
-
Pertahanan dan keamanan
-
Hukum
-
Keuangan
-
Pangan
-
Energi
-
Telekomunikasi
-
Kesehatan
-
Logistik
-
Manufaktur
-
Pendidikan dan pelatihan
Pesan untuk Generasi Muda
Menutup sambutannya, Menteri Nusron mengingatkan bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda saat ini. Ia menekankan bahwa santri memiliki peran strategis dalam menentukan maju tidaknya Indonesia, khususnya ketika negara memasuki usia 100 tahun.
“Jangan ragu, negara ini membutuhkan para santri. Pemuda hari ini adalah pemimpin pada masa yang akan datang. Apalagi saat Indonesia memasuki usia 100 tahun, maju tidaknya salah satunya ditentukan oleh santri yang hari ini lulus SMA,” pungkasnya.













