delinews24.net – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama jajaran menteri kabinet di kediaman pribadinya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/01/2026). Pertemuan strategis di akhir pekan tersebut menghasilkan sejumlah instruksi penting, mulai dari penyelamatan industri tekstil hingga pengembangan teknologi semikonduktor masa depan.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa salah satu poin utama arahan Presiden adalah penguatan industri tekstil dan garmen nasional. Presiden menekankan perlunya langkah nyata untuk memperkuat daya saing sektor ini di pasar global.
“Bapak Presiden meminta untuk dilakukannya penguatan dalam industri tekstil/garmen, salah satunya adalah dengan melakukan revitalisasi rangkaian supply chain (rantai pasok),” ujar Teddy melalui keterangan resmi di akun Instagram Sekretariat Kabinet, Minggu malam.
Ambisi Industri Chip dan Semikonduktor
Selain sektor tekstil, Presiden Prabowo juga membidik kedaulatan teknologi melalui pengembangan industri semikonduktor. Seskab Teddy menjelaskan, penguatan sektor otomotif dan elektronik akan dilakukan melalui investasi besar pada pengembangan chip.
Langkah ini ditujukan untuk membangun ekosistem industri chip masa depan di Indonesia yang nantinya akan menyuplai kebutuhan industri otomotif, perangkat digital, hingga peralatan elektronik dalam negeri.
Hilirisasi dan Peresmian RDMP Balikpapan
Agenda ratas juga membahas progres hilirisasi industri yang menjadi program prioritas pemerintah. Teddy menyebutkan akan ada rencana groundbreaking atau peletakan batu pertama di enam titik baru proyek hilirisasi pada awal Februari 2026 dengan nilai investasi mencapai Rp6 miliar.
Selain rencana proyek baru, Presiden juga dijadwalkan melakukan agenda kerja penting pada awal pekan ini. “Rencana peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan pada esok hari, Senin, 12 Januari 2026,” sambung Teddy.
Kehadiran Menteri Kunci
Rapat terbatas di Hambalang ini dihadiri oleh sejumlah menteri yang membidangi urusan ekonomi, energi, dan teknologi, antara lain:
- Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto
- Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia
- Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani
- Menteri Pertanian, Amran Sulaiman
- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto
- Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi
Pertemuan ini menegaskan gerak cepat pemerintah dalam mengonsolidasikan kebijakan ekonomi dan industri di awal tahun 2026 guna menjaga momentum pertumbuhan nasional.













