delinews24.net – Sebanyak 304 Taruna dan Taruni Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) resmi diterjunkan ke enam kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Penugasan ini bertujuan untuk mempercepat proses pemutakhiran data digital sertipikat lama, sebuah program strategis yang tengah digencarkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata Pertanahan dan Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP–PTLP) Tahun Akademik 2025–2026. Para taruna akan bertugas selama lima bulan, terhitung sejak 9 Februari hingga 11 Juli 2026.
Wakil Menteri (Wamen) ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, saat melepas total 619 Taruna/i di Pendopo Sasana Widya Bhumi, STPN, Sleman, Senin (09/02/2026), menekankan pentingnya peran para mahasiswa ini dalam mewujudkan tata kelola pertanahan yang modern.
“Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terwujudnya penertiban serta tata kelola pertanahan yang semakin baik ke depan. Kami memohon dukungan dan partisipasi masyarakat yang nantinya akan dikunjungi oleh para Taruna/i STPN,” ujar Wamen Ossy.
Target inventarisasi data dalam program ini mencakup jumlah bidang tanah yang cukup masif di enam kabupaten, yaitu:
- Klaten: 76.627 bidang
- Boyolali: 64.114 bidang
- Pati: 42.228 bidang
- Temanggung: 29.945 bidang
- Demak: 26.633 bidang
- Batang: 23.655 bidang
Salah satu Taruna yang bertugas di Boyolali, Asrorul Habib, menyatakan kesiapannya untuk berhadapan langsung dengan dinamika lapangan. Menurutnya, selain kemampuan teknis digitalisasi, penguasaan kearifan lokal menjadi kunci kesuksesan misi ini.
“Kami harus memahami karakteristik wilayah dan mampu beradaptasi dengan kondisi setempat. Langkah strategis dari perencanaan hingga evaluasi sudah kami siapkan,” ungkap Habib.
Senada dengan itu, Evangeline Ayla, Taruni yang juga ditempatkan di Boyolali, mengapresiasi dukungan Kantor Pertanahan setempat yang telah menyiapkan peta kerja dan data pendukung. Hal ini diyakini akan membuat kerja lapangan menjadi lebih optimal.
Di akhir sambutannya, Wamen Ossy mengingatkan para peserta KKN bahwa perilaku mereka di lapangan adalah cerminan dari institusi STPN dan Kementerian ATR/BPN. Ia berpesan agar seluruh tahapan dilakukan secara profesional dengan menjunjung tinggi etika dan integritas.













