delinews24.net – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan terhadap 130 pejabat baru di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Prosesi pelantikan yang digelar secara hibrida (daring dan luring) ini berpusat di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (04/06/2026).
Dalam amanatnya, Menteri Nusron menegaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan ini merupakan langkah strategis organisasi demi mengakselerasi perbaikan kualitas pelayanan pertanahan di seluruh penjuru Indonesia. Ia meminta para pejabat terlantik untuk langsung tancap gas dan memprioritaskan kepuasan masyarakat.
Ingatkan Filosofi Jabatan dan Kecepatan Layanan
Menteri Nusron mengingatkan seluruh jajarannya bahwa posisi yang diemban saat ini merupakan sebuah amanah konstitusional yang memiliki batas waktu. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya meninggalkan warisan kinerja (legacy) yang baik melalui pelayanan yang transparan dan berkeadilan.
“Semua jabatan hanya sementara, karena itu mumpung kita mendapatkan amanah, ayo kita laksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya, memberikan kemanfaatan dan pelayanan seadil-adilnya kepada masyarakat luas. Terutama dalam hal kecepatan dalam pelayanan,” ujar Nusron Wahid di hadapan para pejabat terlantik.
Pengambilan sumpah jabatan kali ini menyasar tiga klaster aparatur, yang terdiri dari:
- 16 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II)
- 113 Pejabat Administrator (Eselon III)
- 1 Pejabat Fungsional
Sebagai aparatur yang tersebar di berbagai wilayah komando daerah, para pejabat ini diminta menjadi motor penggerak reformasi birokrasi di lini terdepan.
Selesaikan Pekerjaan Rumah dan Kejar Target Kepuasan Publik
Kementerian ATR/BPN tidak menampik bahwa tantangan dan sengketa di sektor agraria masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang harus diselesaikan. Menteri Nusron memproyeksikan para pejabat baru ini sebagai ujung tombak eksekusi kebijakan yang mampu memotong jalur birokrasi yang berbelit-belit.
“Soal kecepatan dan pelayanan, Bapak/Ibu menjadi ujung tombak. Kita masih banyak pekerjaan rumah. Kita selesaikan satu per satu supaya tingkat kepuasan masyarakat terhadap BPN semakin hari semakin meningkat,” tegasnya.
Upacara pelantikan ini ditandai dengan pembacaan Pakta Integritas secara bersama-sama serta penandatanganan berita acara pengambilan sumpah oleh perwakilan pejabat. Prosesi ini menegaskan komitmen para pejabat untuk menjauhi praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) serta pungutan liar dalam penyelenggaraan urusan pertanahan.
Penyegaran SDM Berkala Lewat Tour of Duty
Lebih lanjut, Menteri Nusron menjelaskan bahwa mutasi ini merupakan bagian dari siklus organisasi (tour of duty) yang dilakukan secara periodik untuk memperkuat struktur internal melalui penyegaran sumber daya manusia (SDM). Pola penugasan lintas zona ini dirancang agar setiap instansi kaya akan pengalaman lapangan.
“Selama berkarier di BPN, semuanya bisa mengalami posisi dan kondisi pernah bertugas di semua zona dengan durasi waktu tertentu,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, kegiatan yang turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama pusat ini ditutup dengan seruan kolaborasi. Menteri Nusron meminta agar perpindahan tugas dari pusat ke daerah maupun sebaliknya tidak mengendurkan ritme kerja, melainkan membawa inovasi baru ke tempat tugas yang baru.
“Kami ucapkan selamat bagi Teman-teman yang naik pangkat. Bagi yang pindah ke pusat, mari berkolaborasi dengan baik. Bagi Teman-teman yang dari pusat pindah ke daerah, di tempat baru berikan intensitas dan dedikasi yang baik, serta tingkatkan kecepatan layanan,” pungkasnya.













