Example floating
Example floating
Agraria

Cek Kesehatan Gratis di ATR/BPN, 805 Pegawai Ikuti Hari Pertama & Bisa Dapat Rujukan

567
×

Cek Kesehatan Gratis di ATR/BPN, 805 Pegawai Ikuti Hari Pertama & Bisa Dapat Rujukan

Share this article
Tak Cuma Tensi & Fisik, CKG di ATR/BPN Juga Beri Konsultasi Pola Hidup

Jakarta|delinews24.net – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan menyelenggarakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pegawai mulai 22 hingga 26 Juni 2026. Pemeriksaan awal dilakukan di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, dengan kemungkinan rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan jika ditemukan indikasi tertentu.

Pada hari pertama, Senin (22/6/2026), tercatat 805 pegawai mendaftar untuk mengikuti pemeriksaan. Slot masih tersedia bagi pegawai yang ingin memanfaatkan layanan gratis ini melalui link bit.ly/CKG_ATR2026.

Pegawai Rasakan Manfaat Langsung

Salah satu peserta, Arie Satya Dwipraja (36) dari Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol, mengaku program ini sangat bermanfaat.

“Cek kesehatan ini program yang positif bagi para pegawai. Selain pemeriksaan fisik, tensi darah, kita juga bisa konsultasi, termasuk pola makan, pola hidup, pola kesibukan, jadi dapat masukan juga supaya bisa mengimbangi aktivitas sama kondisi tubuh kita,” ujarnya.

“Buat teman-teman yang lain, silakan dimanfaatkan betul-betul. Habis cek dan alhamdulillah normal, saya jadi lebih percaya diri,” tuturnya.

Rujukan untuk Pemeriksaan Lanjutan

Jika dokter menemukan indikasi kesehatan yang tidak bisa ditindak di lokasi, pegawai akan langsung mendapat rujukan ke fasilitas kesehatan terkait.

Widya Nuryana (42) misalnya, setelah mengikuti rangkaian CKG, mendapat surat rujukan untuk cek EKG dan hematologi lengkap di Puskesmas Kebayoran Baru.

“Terima kasih banget, ini benar-benar upaya preventif Kementerian ATR/BPN untuk menjaga pegawainya dari penyakit degeneratif sejak dini. Ayo teman-teman yang lain ikut, jangan sampai dilewatkan,” imbaunya.

Deteksi Dini Cegah Penyakit Serius

Dokter dari Puskesmas Kebayoran Baru, dr. Nabilah Armalia Iffah, menjelaskan bahwa tujuan utama CKG adalah melakukan deteksi dini faktor risiko penyakit sesuai kelompok usia. Dengan demikian, potensi gangguan kesehatan dapat diketahui sebelum berkembang menjadi kondisi serius.

“Harapannya dengan ada CKG, tidak ada lagi masyarakat yang baru mengetahui penyakitnya ketika sudah parah. Dengan deteksi dini, kondisi seperti prehipertensi atau pradiabetes dapat segera ditangani,” jelasnya.

Selama pemeriksaan hari pertama, beberapa pegawai dengan kondisi seperti risiko hipertensi, diabetes, hingga gangguan penglihatan mendapat rujukan untuk pemeriksaan lanjutan.

Example 120x600