delinews24.net – Memasuki periode akhir seleksi masuk perguruan tinggi tahun akademik 2026/2027, investasi pendidikan di sektor kedinasan dan vokasi strategis kian diminati. Bagi lulusan SMA/sederajat yang memiliki minat mendalam pada isu tata ruang, hukum agraria, dan teknologi pemetaan digital, Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) membuka kesempatan emas untuk mencetak profesional muda di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Kampus kedinasan yang berpusat di Sleman, D.I. Yogyakarta ini mengumumkan bahwa batas akhir pendaftaran calon taruna/i baru akan resmi ditutup pada 18 Juni 2026. Proses registrasi dan pemenuhan berkas administrasi dapat diakses secara daring melalui situs resmi stpn.ac.id.
Anatomi 4 Program Studi Unggulan Berbasis Vokasi Modern
Guna menjawab tantangan reformasi birokrasi agraria dan akselerasi Kebijakan Satu Peta (One Map Policy) pemerintah, Politeknik Agraria STPN mendesain kurikulum spesifik yang terbagi ke dalam empat program studi (prodi) utama:
1. D4 Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP)
-
Fokus Kompetensi: Pengukuran tanah metode terestris, pengolahan data spasial, pemetaan digital, Sistem Informasi Geografis (SIG), hingga fotogrametri berbasis drone/satelit.
-
Latar Belakang Ideal: Sangat direkomendasikan bagi lulusan SMA jurusan IPA serta lulusan SMK program keahlian Geomatika, Geologi, atau Teknik Komputer.
-
Testimoni Taruna: “Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung melakukan pengukuran dan pemetaan di lapangan dengan teknologi geospasial modern yang krusial bagi pembangunan,” kata Dandi Resando, salah satu taruna SPIP.
2. D4 Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP)
-
Fokus Kompetensi: Perencanaan wilayah, kebijakan publik sektor tata ruang, tata kelola administrasi wilayah, serta pelayanan pertanahan berbasis elektronik (e-office).
-
Latar Belakang Ideal: Terbuka bagi lulusan SMA (termasuk IPS) dan SMK jurusan Manajemen Bisnis atau Administrasi Perkantoran.
-
Testimoni Taruni: Ayu Hanan Mutia memilih prodi ini karena didorong keresahan melihat tumpang tindih tata ruang di daerah. “Saya ingin mempelajari bagaimana perencanaan tata ruang bisa mendukung pembangunan wilayah yang lebih tertata dan inklusif,” jelas Ayu.
3. D4 Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT)
-
Fokus Kompetensi: Manajemen data pertanahan nasional, birokrasi pendaftaran hak milik, perlindungan hukum agraria, dan modernisasi sistem digitalisasi administrasi pertanahan.
-
Latar Belakang Ideal: Sangat sesuai bagi calon taruna yang menyukai aspek hukum, administrasi publik, dan sistem regulasi pemerintahan.
-
Testimoni Taruna: “Di prodi KMPT, fokusnya adalah bagaimana kebijakan pertanahan dapat memberikan kepastian hukum dan perlindungan hak kepemilikan bagi masyarakat sipil,” ungkap Rizaldi Secondia Putra.
4. D4 Sarjana Terapan Pertanahan
-
Fokus Kompetensi: Program studi sapujagat dengan cakupan kompetensi paling komprehensif, mulai dari mitigasi dan penyelesaian sengketa tanah, manajemen pengadaan tanah untuk proyek strategis nasional, hingga pengendalian ruang terbuka.
-
Testimoni Taruni: Ni Putu Arista Pradnyaswari, taruni asal Kabupaten Karangasem, Bali, mengaku prodi ini sangat menantang karena memadukan hukum teoritis dengan aktivitas luar ruangan. “Saya senang kegiatan praktikal di alam dan berinteraksi langsung dengan masyarakat di lapangan,” ujarnya.
Alokasi Kuota dan 3 Jalur Penerimaan Resmi
Pada Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) tahun ini, Politeknik Agraria STPN menyediakan daya tampung ketat sebanyak 350 kuota. Jumlah tersebut didistribusikan ke dalam tiga rumpun jalur seleksi formal guna memberikan keadilan akses pendidikan:
| Jalur Seleksi | Alokasi Kuota | Sasaran Peserta |
| Jalur Umum | 260 Kursi | Lulusan segar (fresh graduate) SMA/SMK/MA sederajat secara nasional. |
| Jalur Tugas Belajar | 60 Kursi | Aparatur Sipil Negara (PNS) aktif di lingkungan Kementerian ATR/BPN. |
| Jalur Kerja Sama Pemda | 30 Kursi | Peserta utusan daerah yang terikat nota kesepahaman (MoU) khusus. |
Melalui spesifikasi kompetensi tersebut, lulusan STPN diproyeksikan mengisi pos-pos strategis sebagai analis tata ruang, surveyor berlisensi, konsultan hukum agraria, serta penata pendaftaran tanah, baik di lingkungan instansi vertikal Kementerian ATR/BPN, Badan Informasi Geospasial (BIG), pemerintah daerah, hingga korporasi pengembang infrastruktur swasta. Calon pendaftar diimbau untuk segera merampungkan proses pendaftaran sebelum tenggat waktu berakhir demi menghindari kepadatan trafik peladen (server congestion).













