Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mendampingi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam acara Panen Raya TNI yang berlangsung di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jumat (17/07/2026). Dalam keterangannya, Menteri Nusron menegaskan bahwa kepastian hukum hak atas tanah menjadi faktor utama dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.
“Bagi kami, ketahanan pangan tidak dapat dipisahkan dari kepastian hukum atas tanah,” kata Menteri ATR/Kepala BPN melalui akun Instagram resminya .
Tak hanya kepastian hukum atas tanah, Kementerian ATR/BPN juga mendukung ketahanan pangan melalui penataan ruang yang berkelanjutan serta perlindungan terhadap lahan pertanian. Hal ini sejalan dengan upaya perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009, untuk memastikan ketersediaan lahan pertanian produktif secara berkelanjutan .
“Kami berkomitmen untuk memastikan setiap jengkal lahan produktif dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai fondasi menuju swasembada pangan dan kedaulatan pangan Indonesia,” tutur Menteri Nusron.
Perwujudan ketahanan pangan lewat Panen Raya Serentak yang dilaksanakan di 43 titik di seluruh Indonesia ini, menurutnya dapat terselenggara berkat adanya kolaborasi lintas sektor. Presiden Prabowo sendiri dalam sambutannya menekankan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, melainkan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa, termasuk TNI .
“Ini wujud nyata sinergi pemerintah dalam meningkatkan produksi, memperkuat hilirisasi, serta menghadirkan kesejahteraan yang lebih baik bagi para petani,” lanjut Menteri Nusron .
Panen raya di Kota Malang ini melibatkan sinergi penuh TNI Angkatan Udara yang mendampingi petani tebu, TNI Angkatan Darat untuk komoditas padi, dan TNI Angkatan Laut untuk kedelai. Luas lahan tebu yang siap panen di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh mencapai 800,5 hektare dengan estimasi hasil 72.045 ton tebu. Secara nasional, panen tebu binaan TNI AU mencakup 236.048 hektare dengan potensi produksi 18,386 juta ton tebu .
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih lainnya, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman













