Example floating
Example floating
Agraria

Kolaborasi dengan KPK, Menteri Nusron Buka Pelatihan Integritas bagi 40 ASN ATR/BPN

646
×

Kolaborasi dengan KPK, Menteri Nusron Buka Pelatihan Integritas bagi 40 ASN ATR/BPN

Share this article
"Birokrasi Dibuat untuk Mempermudah": Menteri Nusron Pede Transformasi Pelayanan Lewat SDM Andal

delinews24.net – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, resmi membuka Pelatihan Refleksi dan Aktualisasi Integritas (PRESTASI) bagi 40 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Kegiatan yang berlangsung di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ATR/BPN, Cikeas, pada Selasa (11/8/2026) ini merupakan angkatan perdana hasil kolaborasi antara Kementerian ATR/BPN dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam sambutannya, Menteri Nusron menegaskan bahwa esensi keberadaan birokrasi adalah untuk mempermudah kepentingan rakyat. Ia berharap melalui pelatihan ini, para ASN terbentuk menjadi insan yang memiliki semangat tinggi dalam memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat.

“Semangat kita adalah mempermudah rakyat. Kenapa kita harus mempermudah rakyat? Karena birokrasi memang dibuat untuk mempermudah,” ujar Menteri Nusron di hadapan para peserta.

Pelatihan PRESTASI angkatan pertama ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN. Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya penguatan integritas ASN melalui pendidikan antikorupsi yang sistematis.

Fokus pada “Dua S”: Sistem dan Sumber Daya Manusia

Menteri Nusron menyoroti bahwa sebanyak 75-80% tugas pokok Kementerian ATR/BPN berada pada ranah pelayanan publik, khususnya di bidang pertanahan dan tata ruang. Oleh karena itu, transformasi pelayanan menjadi keniscayaan. Menurutnya, keberhasilan transformasi tersebut sangat bergantung pada dua faktor utama, yang ia singkat sebagai “Dua S”: Sistem dan Sinten (Sumber Daya Manusia).

“Dengan adanya pelatihan ini saya sangat sungguh gembira karena terkait dengan transformasi pelayanan yang sudah dan sedang kita lakukan. Kunci dari transformasi pelayanan yang saat ini kita kerjakan itu adalah kami sudah membuat rumus, berkali-kali saya sampaikan, tergantung dengan dua S: Sistem dan Sinten (SDM). Pelatihan kali ini meningkatkan kualitas Sinten,” ungkap Menteri Nusron.

Integritas Harus Diwujudkan dalam Perbuatan

Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, yang turut hadir dalam pembukaan, menjelaskan bahwa PRESTASI diarahkan untuk membangun mentalitas dan moralitas ASN. Tujuannya adalah menciptakan kemauan kuat untuk tidak melakukan korupsi, bahkan ketika peluang itu terbuka lebar. Ia menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga melalui pendidikan dan pencegahan, dengan pendidikan sebagai fondasi utama.

“Integritas itu harus ditunjukkan dengan perbuatan. Apa yang kita katakan benar, ya benar. Apa yang kita katakan salah, ya salah. Apa yang kita katakan di depan, jangan korupsi, di belakang juga kita tidak boleh korupsi. Itu namanya berintegritas,” tutur Ibnu Basuki Widodo.

Melalui PRESTASI, Kementerian ATR/BPN dan KPK berharap terjadi penguatan integritas yang aplikatif dalam pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan sehari-hari. Hal ini diharapkan mampu membentuk budaya kerja yang berorientasi pada kemudahan masyarakat dalam setiap layanan pertanahan dan tata ruang.

Pada kesempatan tersebut, Menteri ATR/Kepala BPN didampingi oleh Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan; Inspektur Jenderal ATR/BPN, Pudji Prasetijanto; serta Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi pada KPK, Yonathan Demme Tangdilintin.

Example 120x600