Example floating
Example floating
FenomenaInternasional

Sentimen Rasisme Knetz Picu Solidaritas #SEAblings: Ancaman Boikot Produk Korea Menguat

323
×

Sentimen Rasisme Knetz Picu Solidaritas #SEAblings: Ancaman Boikot Produk Korea Menguat

Share this article
Buntut Pelanggaran Aturan Konser DAY6, Netizen Asia Tenggara dan Korea Selatan Terlibat 'Perang' Siber (foto: Gemini)

delinews24.net – Ketegangan diplomatik digital pecah antara netizen Korea Selatan (Knetz) dan komunitas Asia Tenggara yang menamakan diri mereka “SEAblings”. Konflik yang dipicu oleh pelanggaran etika di konser K-pop ini telah berkembang menjadi perdebatan lintas negara mengenai rasisme dan solidaritas regional selama sepekan terakhir.

Berdasarkan penelusuran di platform X (dahulu Twitter), hingga Senin (16/2/2026), tagar #SEAblings dan #Knetz masih mendominasi tren di wilayah Indonesia, Malaysia, dan Filipina dengan jutaan interaksi.

Kronologi Kejadian

Insiden bermula pada konser band K-pop DAY6 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, 31 Januari 2026. Sejumlah oknum “fansite” asal Korea Selatan dilaporkan membawa kamera profesional berlensa tele ke dalam area konser. Padahal, pihak promotor telah secara tegas melarang penggunaan alat tersebut demi kenyamanan penonton.

Keluhan penonton lokal di media sosial mengenai gangguan pandangan tersebut justru direspons negatif oleh sebagian netizen Korea. Alih-alih melakukan evaluasi, sejumlah akun Knetz melontarkan komentar bernada rasisme yang menyinggung warna kulit, status ekonomi, hingga menyamakan warga Asia Tenggara dengan hewan.

Solidaritas #SEAblings dan Ancaman Boikot

Serangan verbal tersebut memicu reaksi kolektif dari netizen di Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Mereka bersatu di bawah label #SEAblings (South East Asia Siblings).

Sebagai bentuk balasan, netizen Asia Tenggara mulai menyuarakan ancaman boikot terhadap produk budaya Korea, mulai dari K-pop, drama Korea, hingga kosmetik. Di Indonesia, netizen bahkan menyoroti ketergantungan industri Korea Selatan terhadap sumber daya alam nasional, seperti batu bara dan urea, sebagai pengingat posisi tawar ekonomi kawasan.

“Tanpa sumber daya kami, kemegahan kota kalian itu cuma mimpi,” tulis salah satu pengguna X asal Indonesia yang mendapatkan ribuan impresi.

Dampak pada Industri Hiburan

Konflik ini mulai merembet ke ranah yang lebih luas. Penggemar BTS (ARMY) di Asia Tenggara dilaporkan mulai mempertimbangkan rencana boikot terhadap tur dunia BTS yang dijadwalkan pada pertengahan 2026. Di sisi lain, kampanye #PurpleRibbonForRM sempat mencuat untuk melindungi personel BTS, Kim Namjoon, dari serangan siber yang tidak relevan dengan isu utama.

Meski eskalasi di media sosial terus meningkat, hingga berita ini diturunkan, pihak JYP Entertainment selaku manajemen DAY6 maupun otoritas terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden di Axiata Arena tersebut.

Tinjauan Etika Digital

Pakar media sosial menilai fenomena ini sebagai alarm keras bagi industri hiburan Korea untuk lebih memperhatikan sensitivitas budaya di pasar internasional. Algoritma platform X dianggap turut memperkeruh suasana dengan mempromosikan konten kontroversial secara masif.

Peristiwa ini menjadi catatan penting dalam sejarah hubungan antarmasyarakat di era digital, di mana perilaku satu kelompok penggemar dapat berdampak luas pada citra sebuah bangsa dan industri ekspor budayanya.

Example 120x600