delinews24.net – Sebanyak 30 Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) mengemban misi khusus dalam Kuliah Kerja Nyata Pertanahan dan Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) Tahun 2026. Berbeda dengan penempatan lainnya, tim yang diterjunkan ke Provinsi Aceh dan Sumatera Utara ini difokuskan pada restorasi arsip dan data pertanahan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi.
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menekankan bahwa tugas di wilayah pascabencana memerlukan kualifikasi khusus.
“Peserta yang bertugas di Aceh dan Sumut memerlukan kehati-hatian, ketelitian, dan pengalaman sosial yang baik. Ini adalah pendekatan pertanahan yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan daerah masing-masing,” ujar Wamen Ossy saat melepas Taruna STPN di Sleman, Senin (09/02/2026).
Penyelamatan 3.920 Boks Dokumen Penting Salah satu titik fokus utama adalah Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang. Teuku Kanda (25), salah satu peserta KKN, menjelaskan bahwa timnya akan berhadapan langsung dengan arsip-arsip yang tertimbun lumpur akibat banjir. Proses pengerjaan akan dibagi secara teknis berdasarkan spesialisasi: taruna fokus pada pembersihan fisik, sementara taruni menangani proses pengeringan dan penguraian dokumen.
Nelly Tiurma (27), peserta lainnya, menambahkan bahwa dokumen yang harus diselamatkan memiliki nilai hukum yang sangat tinggi. Dokumen tersebut mencakup warkah, surat ukur, buku tanah, serta surat-surat penting lainnya yang menjadi basis legalitas tanah masyarakat.
“Berdasarkan data awal dari Biro Umum, ada sekitar 3.920 boks berkas yang belum direstorasi. Kami siap menjalankan tugas ini untuk memastikan hak masyarakat tetap terjaga,” tegas Nelly.
Bekas Teknis dan Profesionalisme Selama enam bulan ke depan, para Taruna/i akan mengaplikasikan pembekalan teknis yang telah diberikan oleh Biro Umum Kementerian ATR/BPN. Restorasi arsip bukan sekadar membersihkan kertas, melainkan upaya mempertahankan rantai informasi hukum pertanahan nasional yang sempat terputus akibat bencana.
Program KKNP-PTLP ini diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi Taruna/i STPN untuk mengasah profesionalisme, kepekaan sosial, dan tanggung jawab sebagai calon aparatur pertanahan yang siap diterjunkan dalam kondisi darurat sekalipun.













