Jakarta|delinews24.net – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, membuka Joint Coordinating Committee (JCC) 2nd Meeting proyek LANDLAB di Aula Prona, Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (28/7). Pertemuan ini menjadi forum evaluasi pelaksanaan proyek selama satu tahun terakhir sekaligus menyusun langkah lanjutan untuk memastikan hasil kerja sama dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia 28 Juli 2026.
“Tujuan kita hari ini bukan sekadar mengevaluasi berbagai kegiatan yang telah diselesaikan, tetapi juga memastikan bahwa pengetahuan, pengalaman, dan rekomendasi yang dihasilkan melalui LANDLAB ini benar-benar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan publik yang praktis, efektif, dan berdampak nyata,” ujar Wamen Ossy.
Proyek Tiga Tahun dengan Tiga Fokus Utama
LANDLAB merupakan proyek kerja sama Kementerian ATR/BPN melalui Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan (Ditjen PTPP) bersama Badan Bank Tanah dengan Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam bentuk bantuan teknis. Proyek yang berlangsung sejak 28 April 2025 hingga 27 April 2028 ini berfokus pada tiga technical working group (TWG): pengamanan tanah untuk mendukung pembangunan, pengembangan pertanahan, serta pengelolaan dan pencadangan Bank Tanah.
Melalui tiga kelompok tersebut, LANDLAB diharapkan menghasilkan kebijakan berbasis bukti, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Penguatan tata kelola pertanahan ini penting untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045, yang membutuhkan sistem administrasi pertanahan modern, transparan, dan memberikan kepastian hukum.
Isu Strategis yang Telah Dibahas
Selama satu tahun pertama, LANDLAB telah membahas sejumlah isu strategis dalam pengelolaan pertanahan:
-
Pengadaan tanah untuk pembangunan MRT
-
Pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD)
-
Pemanfaatan ruang bawah tanah
-
Penguatan model bisnis Badan Bank Tanah
Apresiasi dan Komitmen Lanjutan
Wamen Ossy mengapresiasi Pemerintah Jepang melalui JICA, Tim Ahli LANDLAB, Badan Bank Tanah, Kementerian PPN/Bappenas, pemerintah daerah, serta pihak terkait atas komitmen berkelanjutan dalam mendukung sektor pertanahan di Indonesia.
“Kemajuan yang telah kita capai merupakan cerminan dari komitmen bersama dan kolaborasi yang erat di antara kita,” ungkapnya.
Apresiasi serupa disampaikan Chief Representative JICA Indonesia, Takeda Sachuko, yang menilai setiap TWG telah menunjukkan kemajuan baik selama tahun pertama. “Saya sangat menantikan kolaborasi kita dan sukses pembangunan selanjutnya,” ucapnya.
Dalam rapat tersebut, Direktur Jenderal PTPP Arief Muliawan dan Plt. Kepala Badan Pelaksana Badan Bank Tanah Hakiki Sudrajat memaparkan rincian pelaksanaan proyek LANDLAB. Turut hadir Sekretaris Jenderal ATR/BPN Dalu Agung Darmawan, Staf Ahli Bidang Pengembangan Kawasan Donny Erwan, Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah Andi Tenri Abeng, serta jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN.













