Example floating
Example floating
Agraria

Wamen Ossy di Udayana: Digitalisasi Pertanahan Bukan Sekadar Ganti Kertas, tapi Ubah Cara Kerja dan Budaya

566
×

Wamen Ossy di Udayana: Digitalisasi Pertanahan Bukan Sekadar Ganti Kertas, tapi Ubah Cara Kerja dan Budaya

Share this article
Wamen Ossy Paparkan Transformasi Digital Pertanahan di Universitas Udayana, Tekankan Adaptasi Profesi Notaris/PPAT

delinews24.net – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Magister Kenotariatan (IMMK), Fakultas Hukum Universitas Udayana, Senin (09/03/2026). Di hadapan mahasiswa dan praktisi hukum, ia menegaskan bahwa digitalisasi layanan pertanahan lebih dari sekadar alih media dokumen.

“Digitalisasi bukan sekadar mengganti dokumen kertas dengan dokumen digital. Transformasi ini juga menyangkut perubahan cara kerja, perubahan proses bisnis, dan perubahan budaya organisasi,” tegas Wamen Ossy di Aula Lecture Building, Universitas Udayana, Bali.

Ia memaparkan bahwa transformasi pelayanan pertanahan mencakup manajemen perubahan, penataan organisasi, penyempurnaan tata laksana, penguatan akuntabilitas kinerja, hingga pemanfaatan teknologi informasi melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik.

Wamen Ossy mengungkapkan, keberhasilan digitalisasi sangat bergantung pada kesiapan para profesional hukum, terutama notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), yang memiliki posisi strategis dalam layanan pertanahan.

“Dalam proses transformasi ini, profesi PPAT memiliki posisi yang sangat strategis. Karena itu, keberhasilan digitalisasi layanan pertanahan tidak hanya bergantung pada teknologi atau kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kesiapan profesi hukum terutama PPAT untuk beradaptasi dengan sistem baru yang lebih modern,” jelasnya.

Rektor Universitas Udayana, I Ketut Sudarsana, menyambut baik arahan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk menyesuaikan kurikulum pendidikan, khususnya di Program Studi Magister Kenotariatan, agar tetap relevan dengan perkembangan kebijakan dan teknologi pertanahan.

“Kami dari Universitas Udayana sebagai institusi pendidikan tentu harus menyesuaikan kembali materi pembelajaran, terutama di Program Studi Magister Kenotariatan, agar tetap relevan dengan perkembangan yang terjadi saat ini,” tuturnya.

Seminar bertema “Digitalisasi Layanan Hukum-Pertanahan: Ancaman atau Masa Depan bagi Profesi Notaris/PPAT dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan” ini diikuti ratusan mahasiswa dan praktisi profesional. Ketua IMMK Universitas Udayana, I Putu Bagus Padmanegara, berharap kegiatan ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai arah kebijakan digitalisasi pertanahan.

Wamen Ossy hadir didampingi Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali, Eko Priyanggodo, dan jajaran Kepala Kantor Pertanahan se-Bali. Seminar juga menghadirkan narasumber Kepala Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran Kanwil BPN Provinsi Bali, I Made Sumadra, serta Kepala Kanwil Kementerian Hukum Provinsi Bali, Eem Nurmanah.

Example 120x600