Langkat|delinews24.net – Aktivitas tambang galian C di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, operasional tambang tersebut dinilai tidak memedulikan kerusakan lingkungan serta infrastruktur jalan desa maupun jalan kabupaten yang menjadi akses utama masyarakat.
Dampak dari aktivitas ini tidak hanya merusak fisik jalan, tetapi juga mulai mengancam kesehatan dan keselamatan warga yang melintas di kawasan tersebut.
Infrastruktur Rusak dan Ancaman ISPA
Seorang warga setempat yang enggan identitasnya dipublikasikan mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi yang terjadi saat ini. Menurutnya, hilir mudik truk pengangkut material galian C telah menyebabkan kerusakan parah pada ruas jalan, sehingga mengganggu mobilitas dan membahayakan keselamatan berkendara.
“Kami saat ini merasa sangat dirugikan. Jalan kami hancur, waktu tempuh jadi lama dan keselamatan kami terancam. Selain itu, debu dari truk material ini mulai menyebabkan warga terserang ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut),” ujarnya kepada awak media, Senin (27/04/2026).
Kondisi jalan yang berlubang dan berdebu tebal saat cuaca panas menjadi pemandangan sehari-hari yang harus dihadapi masyarakat Desa Mekar Jaya.
Dugaan Pembiaran oleh Oknum Terkait
Warga tersebut juga mengungkapkan bahwa keluhan masyarakat seolah tidak didengar oleh pihak berwenang. Muncul dugaan adanya keterlibatan oknum tertentu yang membuat aktivitas tambang ini tetap berjalan mulus meski mendapat penolakan dari warga.
“Kami sudah sampaikan keluhan ini kepada pemerintah setempat maupun aparat penegak hukum (APH), tapi tidak ada tanggapan. Kami menduga ada oknum dari instansi terkait bersama oknum organisasi kepemudaan (OKP) yang membekingi, sehingga mereka seolah tutup mata,” tegasnya.
Masyarakat Minta Keadilan ke Kapolda Sumut
Melalui publikasi di media massa, masyarakat Desa Mekar Jaya menaruh harapan besar agar suara mereka didengar oleh pucuk pimpinan kepolisian di tingkat wilayah. Mereka mendesak agar keadilan ditegakkan dan aturan mengenai lingkungan hidup serta izin usaha pertambangan dapat dijalankan dengan tegas.
“Semoga keluhan kami ini bisa sampai kepada Bapak Kapolres Langkat atau Bapak Kapolda Sumatera Utara. Kami mohon kesediaan beliau untuk turun ke lapangan guna menegakkan keadilan bagi kami masyarakat Desa Mekar Jaya,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pengelola tambang serta instansi terkait di Kabupaten Langkat untuk memberikan klarifikasi resmi atas keluhan warga tersebut.









