Medan|delinews.id — Pengurus Besar Aliansi Pemuda Mahasiswa Anti Korupsi (PB ALAMP AKSI) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang untuk bertindak cepat, tangkas, dan bertanggung jawab penuh atas peristiwa dugaan keracunan makanan nasi bungkus yang menimpa puluhan santri dan guru usai menghadiri peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Lubuk Pakam.
Ketua Umum/Perwakilan PB ALAMP AKSI, Eka Armada DS, S.E., menegaskan bahwa keselamatan serta kesehatan para korban harus menjadi prioritas utama penanganan Pemkab Deli Serdang.
“Kami meminta Pemkab Deli Serdang bergerak cepat dan tangkas dalam menangani seluruh santri dan guru yang saat ini dirawat. Penanganan medis harus dilakukan secara optimal agar para korban segera pulih dan tidak menimbulkan masalah kesehatan serius di kemudian hari,” tegas Eka Armada DS, S.E.
Diduga Keracunan Nasi Bungkus Ikan Nila
Peristiwa dugaan keracunan massal ini dialami puluhan santri serta sejumlah guru usai menyantap makanan nasi bungkus yang disediakan panitia pada puncak acara HSN, Kamis (22/10/2026). Gejala medis seperti mual, muntah-muntah, hingga demam tinggi baru dirasakan para korban sekembalinya dari lokasi acara.
Salah seorang perwakilan guru, Ustadz Darul, menjelaskan bahwa para santri dan guru terpaksa dilarikan ke tiga rumah sakit di kawasan Saentis (Kecamatan Percut Sei Tuan) dan Jalan AR Hakim Medan, yakni RS Sufi Sehat, RS Joko, dan RS Madani Bromo.
“Perihal puluhan santri yang diopname di tiga rumah sakit itu baru diketahui setelah pulang dari acara Hari Santri Nasional dari Lubuk Pakam sekira pukul 24.00 WIB,” ujar Ustadz Darul, Jumat (23/10/2026).
Menurut Ustadz Darul, pihak panitia HSN menyediakan beberapa varian lauk pada nasi bungkus, di antaranya ikan nila, daging, dan ayam. Namun, lauk ikan nila yang disajikan disinyalir sudah tidak layak konsumsi.
“Lauk ikan nila yang dibungkus nasi itu sudah berlendir dan berbau, sedangkan lauk daging dan ayam aman. Karena para santri belum makan sejak pagi, mereka langsung menyantap nasi bungkus tersebut. Baru ketahuan setelah pulang dari acara Hari Santri, mereka muntah-muntah dan demam,” ungkap Ustadz Darul seraya menuntut pertanggungjawaban panitia.
Tanggapan Pemkab Deli Serdang
Menanggapi insiden tersebut, pihak Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menyatakan tengah melakukan langkah penanganan darurat di lapangan.
Kepala Bagian Kesra Pemkab Deli Serdang, Gento Herlambang, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung bergerak menuju rumah sakit tempat para korban dirawat untuk berkoordinasi.
“Pihak kami sedang menuju rumah sakit untuk koordinasi percepatan penanganan para santri. Segera mungkin kami akan mengabarkan tindakan yang akan dilakukan demi kebaikan bersama,” ujar Gento.
Hingga berita ini diturunkan, puluhan santri dan guru masih mendapatkan perawatan intensif dari tim medis di tiga rumah sakit tersebut, sementara penanganan lanjutan dari pihak Pemkab Deli Serdang terus dipantau oleh publik dan PB ALAMP AKS











