Example floating
Example floating
Kota Medan

Gebyar Ramadhan KOMDAM Sumut: Hidupkan Tradisi Barzanji hingga Kenalkan Ikon Istana Maimun

127
×

Gebyar Ramadhan KOMDAM Sumut: Hidupkan Tradisi Barzanji hingga Kenalkan Ikon Istana Maimun

Share this article
Gandeng Sultan Deli XIV, KOMDAM Sumut Perkuat Kolaborasi Dakwah di Wilayah Pesisir

Medan|delinews24.net – Malam-malam di bulan suci Ramadhan 1447 H di Kota Medan terasa jauh lebih dinamis dan sarat makna. Komunitas Da’i Melayu Sumatera Utara (KOMDAM SUMUT) sukses menggelar “Gebyar Ramadhan: Mencari Bakat dan Menguatkan Mental Anak Bangsa” yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 10 dan 11 Maret 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan biasa, melainkan sebuah gerakan untuk menggali potensi generasi muda sekaligus menghidupkan kembali khazanah budaya Melayu yang mulai tergerus zaman. Berbagai kompetisi digelar, mulai dari Pemilihan Da’i Cilik (Pildacil) sebagai kawah candradimuka bagi penerus Da’i Muda Melayu, hingga lomba hafalan surah pendek untuk menanamkan kecintaan pada Al-Qur’an sejak dini.

Sisi pelestarian tradisi tampak menonjol melalui Lomba Barzanji dan Marhaban yang diikuti dengan antusias oleh masyarakat dari Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Selain itu, anak-anak diperkenalkan pada identitas visual Melayu melalui lomba mewarnai logo KOMDAM yang menampilkan simbol ikonik Tanjak dan Istana Maimun.

“Melalui lomba mewarnai ini, kita ingin anak-anak menyadari bahwa keberadaan Melayu telah mengakar di Nusantara, dengan bukti sejarah nyata seperti Istana Kerajaan Deli,” ungkap panitia penyelenggara.

Puncak acara pada malam kedua berlangsung khidmat dengan kehadiran tokoh-tokoh besar, di antaranya Sultan Deli XIV, Staf Ahli Wali Kota Medan, Kepala Dinas UMKM Kabupaten Batu Bara, serta jajaran aparatur pemerintah setempat.

Ketua Umum KOMDAM SUMUT, Ustadz Bukhari Al Hafidz—atau yang populer disapa Ustadz Gondrong—menjelaskan filosofi mendalam di balik gebrakan ini. Menurutnya, kolaborasi antara pemuda, ulama, dan pemerintah sangat krusial dalam membangun wilayah pesisir Melayu.

“Dakwah adalah kewajiban setiap orang. Gelar ‘PNS’ yang kita sandang di sini bukanlah Pegawai Negeri Sipil, melainkan Pegawai Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam,” tegas Ustadz Bukhari dengan semangat yang membakar motivasi para hadirin.

Senada dengan hal tersebut, Tuanku Sri Sultan Deli XIV dan Staf Ahli Wali Kota Medan dalam sambutannya mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Ramadhan ini sebagai penguat tali silaturahim. Mereka menekankan bahwa persatuan antar-puak dan elemen masyarakat akan membuat makna Ramadhan jauh lebih berarti bagi kehidupan sosial.

Acara ditutup dengan prosesi penyerahan hadiah kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas bakat dan keberanian mereka. KOMDAM SUMUT berharap, semangat “Gebyar Ramadhan” ini terus bersemi menjadi energi positif bagi dakwah dan pelestarian budaya Melayu di Sumatera Utara.

Example 120x600