Langkat|delinews24.net – Jalan Provinsi Menuju Tangkahan Kembali Ambles, Gorong-Gorong di Batang Serangan Ancam Keselamatan Pengendara, Kerusakan jalan pada ruas jalan provinsi yang menjadi salah satu akses menuju kawasan ekowisata Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kembali bertambah. Kali ini, gorong-gorong yang berada di Dusun Bandar Pulo, Desa Kwala Musam, Kecamatan Batang Serangan, mengalami ambles hingga membentuk lubang besar.
Kondisi tersebut membuat badan jalan menyempit dan hanya menyisakan bagian tengah yang masih dapat dilalui kendaraan. Sementara bagian badan jalan lainnya mulai mengalami penurunan permukaan sehingga dikhawatirkan ambles apabila dilintasi kendaraan berbobot besar.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi jalan saat ini disebut hanya memungkinkan dilalui kendaraan roda dua dan mobil mini bus. Kendaraan bertonase besar, khususnya truk pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, memilih berhenti dan memarkirkan kendaraan di badan jalan karena khawatir terperosok.
Kerusakan tersebut juga menjadi perhatian karena ruas jalan ini merupakan akses penting menuju kawasan ekowisata Tangkahan sekaligus jalur aktivitas masyarakat dan kendaraan pengangkut komoditas perkebunan.
Truk Angkut 23 Ton TBS Terpaksa Berhenti
Dua unit truk pengangkut TBS dari Kota Cane, Provinsi Aceh, terlihat berada di sekitar lokasi sejak Minggu malam (30/8/2026).
Salah seorang sopir truk, Lan, mengatakan dirinya bersama rekannya tiba di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah melihat kondisi gorong-gorong dan badan jalan yang ambles, mereka memutuskan tidak melanjutkan perjalanan.
“Kami sampai di sini sekitar pukul 22.00 WIB malam. Saya perhatikan kondisi jalan tidak mungkin untuk kami melintas karena bagian kiri arah kami datang lubang besar dan sebelah kanan permukaan badan jalan kelihatan bekas semen juga sudah nampak turun,” ujar Lan, sopir truk angkel Fuso bernomor polisi BK 8696 XK, kepada awak media di lokasi.
Ia mengaku khawatir permukaan jalan tidak mampu menahan beban kendaraan yang mencapai sekitar 23 ton.
“Jadi kami takut ketika kami melintas jalan ini akan ambles dan kami akan terperosok, akibat kontur tanah tidak kuat menahan beban kami yang 23 ton. Jadi kami parkir di badan jalan ini seraya koordinasi dengan bos,” katanya.
Pernyataan tersebut diamini Herman Sihombing, rekan sesama sopir truk yang mengemudikan kendaraan bernomor polisi BB 8594 FC.
Kerusakan Disebut Bermula dari Lubang Kecil
Seorang warga yang berada di sekitar lokasi mengatakan kerusakan gorong-gorong tersebut diduga bermula dari lubang kecil yang kemudian semakin melebar.
Menurut warga tersebut, lubang awalnya berdiameter sekitar 50 sentimeter dan mulai terlihat pada Juni 2026. Saat itu, kondisi kerusakan juga sempat didokumentasikan dan dibagikan melalui media sosial.
“Kejadian ini diawali ada lubang kecil berdiameter lebih kurang 50 cm waktu itu, kalau enggak salah ingat saya di bulan Juni 2026. Tapi tanggal saya lupa dan waktu itu ada juga yang ambil foto dan di-share di medsos,” ujar warga tersebut.
Kerusakan yang semakin melebar membuat kondisi badan jalan kini semakin mengkhawatirkan, terutama ketika kendaraan bertonase besar melintas.
Warga juga mengingatkan agar pengendara lebih berhati-hati karena lokasi kerusakan berada di jalur yang minim penerangan pada malam hari.
Minim Penerangan dan Rambu Jadi Kekhawatiran
Pemilik toko penjual pakan ternak yang berada tidak jauh dari lokasi mengatakan kondisi jalan ambles tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Menurutnya, risiko kecelakaan semakin besar bagi pengendara sepeda motor yang baru pertama kali melewati kawasan tersebut, terutama pada malam hari.
“Kita berharap situasi jalan ambles ini cepat mendapat tindakan karena sangat membahayakan keselamatan para pengguna jalan, apalagi pengendara bermotor, terutama pengendara sepeda motor yang baru pertama kali melintas jalan ini, terutama malam hari karena kurangnya penerangan di lokasi dan minimnya rambu-rambu,” ujarnya.
Sebagai penanda sementara, warga hanya memasang traffic cone berbahan karet berbentuk kerucut yang merupakan milik pribadi.
Kondisi tersebut dinilai belum cukup untuk memberikan perlindungan maksimal bagi pengguna jalan, khususnya pada malam hari ketika lubang dan penurunan badan jalan sulit terlihat dengan jelas.
Warga Khawatir Aktivitas Ekonomi Terganggu
Kerusakan jalan juga dikhawatirkan berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat Kecamatan Batang Serangan.
Selain truk pengangkut TBS, ruas tersebut juga menjadi jalur bagi kendaraan tangki pengangkut crude palm oil (CPO). Apabila kerusakan tidak segera ditangani dan kendaraan bertonase besar tidak dapat melintas, distribusi komoditas perkebunan dikhawatirkan terganggu.
“Kalau perbaikan jalan ini sampai lama sehingga truk pengangkut TBS (tandan buah sawit segar) dan truk tangki pengangkut CPO (crude palm oil) bisa mengganggu ekonomi masyarakat seputar Kecamatan Batang Serangan ini karena otomatis harga TBS akan turun karena ada cost tambahan yang timbul dari situasi ini,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat telah berkoordinasi dengan perangkat Desa Kwala Musam agar persoalan tersebut dapat segera diteruskan kepada instansi terkait.
Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan terhadap gorong-gorong dan badan jalan yang mengalami penurunan sebelum kerusakan semakin parah dan akses jalan benar-benar terputus.
Selain menyangkut keselamatan pengguna jalan, perbaikan dinilai penting untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi hasil perkebunan, serta akses menuju kawasan ekowisata Tangkahan.
Hingga berita ini ditulis, masyarakat masih menunggu langkah penanganan dari instansi terkait terhadap kondisi jalan provinsi yang mengalami ambles di Dusun Bandar Pulo, Desa Kwala Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat tersebut.








