Jembatan penghubung vital dua destinasi wisata unggulan sumut di kabupaten langkat ,yaitu objek wisata bukit lawang dengan aikon orang hutannya di kecamatan bahorok dengan eko wisata Tangkahan ( proyek Bulangta) dengan aikon y gajah di kecamatan Bantang serangan , jembatan penghubung ini sudah cukup lama mengalami kerusakan dimana pada tahun 2023 Jembatan ini merupakan salah 1 diantar 8 jembatan masuk proyek multi years dengan nilai anggaran 2.7 triliun tepatnya di jaman gubernur sebelum ke pemimpinan Bobby Nasution tapi gagal diselaikan hanya pengerjaan sebatas pondasi.
“Beberapa bulan yang lalu lubang di jembatan ini sudah ditutup dengan lempengan plat besi ,jadi waktu saya mau lewat atas lubang itu tertutup karung goni jadi saya tidak sadar kalau plat besinya sudah hilang ,maka akhirnya kami terperosok dan truck kami terguling ,” ungkap supir truck naas tersebut.
“Kalau tidak salah ingat tahun lalu sekitar bulan september 2025 waktu pak Bobby di dampingi plt.bupati langkat Tiorita Br Surbakti,S.H. Meninjau 8 jembatan yang mangkrak di daerah kami ini bilang bahwa pembangunan nya akan di selesaikan di tahun 2026 dengan sekema Bantuan Keuangan Propinsi ( BKP ) pemda langkat sebagai pelaksana pembangunanya ,jadi mengingat tahun 2026 tinggal beberapa bulan lagi jadi kami ragu pengerjaannya akan terlaksana .”
“Kami berharap dengan banyak masyarakat memposting kemedia sosial kejadian ini viral apalagi media online dan cetak juga mau mempublikasikannya bisa sampai ke pada pak Bobby hingga janji beliau ini cepat di tunaikan ,” tutur tokoh masyarakat di lokasi .
“Kami takut jembatan ini kalau lama lagi baru di bagun bisa – bisa berakibat fatal bagi waraga sekitarnya mempengaruhi perekonomian masyarakat 4 ( empat ) desa , Desa Namo sialang ,Desa Sei Serdang,Desa Kw.Musma dan Desa Sei musam karan jembatan ini adalah penghubun utama ke kota kecamatan Batang Serangan dan kota kabupaten Langkat Stabat, ujarnya mengakhiri informasi.








