OLAHRAGA

Kisah Atlet Voli Cantik Asal Sergai Beralih ke Atlet Hoki Untuk PON XX Papua 2021

×

Kisah Atlet Voli Cantik Asal Sergai Beralih ke Atlet Hoki Untuk PON XX Papua 2021

Sebarkan artikel ini

SERGAI || Delinews24.net

Sri Rahayu berusia 23 tahun warga Desa Kesatuan, Kecamatan Perbaungan, Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara. Gadis manis ini akan bertugas untuk mengharumkan nama Provinsi Sumatera Utara di PON XX Papua 2021 yang akan berlangsung pada bulan Oktober tahun ini.

Anak keenam dari sepuluh bersaudara ini, merupakan seorang atlet cabang olahraga hoki yang dipertandingkan pada PON XX Papua 2021.

Memiliki segudang prestasi, tak heran maka Sri Rahayu terpilih menjadi salahsatu atlet hoki untuk memperkuat timnya, dan mempersembahkan medali emas untuk Provinsi Sumatera Utara dari cabang olahraga yang bergengsi ini.

Pada kesempatan kali ini, awak media mewawancarai Sri Rahayu dikediamannya sebelum ia berangkat kembali ke mes, dan melakukan penerbangan ke Papua pada tanggal (2/10/2021) nanti.

Sebelum melakoni pertandingan cabang olahraga hoki pada PON XX Papua 2021 yang direncanakan dipertandingkan pada tanggal (5/10/2021), gadis berkulit putih sudah melakukan beragam persiapan dengan matangnya.

“Untuk persiapan di PON XX Papua tahun ini, sudah ada sekitar satu tahun sembilan bulan ya bang, mulai bulan Januari 2019. Yang harus kami persiapan yaitu, persiapan fisik, dan persiapan teknik,”kata Sri Rahayu, Selasa (14/9/2021).

Saat ditanya awal awalmula dirinya bisa terpilih menjadi atlet hoki, wanita yang kerap disapa Ayu mengakatakan, pada waktu itu pelatihnya yang sekarang ini, sedang mencari atlet untuk PON 2016 yang lalu.

“Waktu itu, saya disuruh ikut seleksi persiapan PON 2016 di Bandung, dan situ juga saya mulai mengenal cabang olahraga Hoki. Saya awalnya di atlet voli, kejuaran terakhir saya Popnas Bandung 2015 di Jawa Barat,” ujar Ayu.

Sementara itu, sebelum berangkat ke Papua, ia bersama rekan setimnya yang lain sudah dikarentina kurang lebih dua bulan.

Untuk menjaga kondisi tubuh, Ayu menuturkan dirinya sudah mendapat jatah suplemen, begitu juga susu tinggi protein, untuk menunjung performanya.

“Target kami untuk cabang olahraga hoki di PON XX Papua 2021 yaitu medali emas, karena pada pra-PON kami mendapat medali perak,”ungkapnya lagi.

Selama masa pandemi Covid-19, Ayu menambahkan, sedikit ada perubahan dalam melakukan latihan. Misalnya pada saat joging, ia bersama rekannya yang lain, harus menjaga jarak minimal satu meter, dan sebelum melakukan pertandingan akan di swab terlebih dahulu.

Ayu berharap kepada pemerintah Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Serdangbedagai untuk kedepannya, kabupaten tempat ia lahir bisa mendirikan fasilitas latihan hoki, dan ia juga berharap kepada pemerintah provinsi/kabupaten untuk memperhatian secara khusus bagi atlet-atlet hoki yang lainnya.

“Mungkin pengurus KONI juga heran ngelihat saya, tiba-tiba kok ada atlet Hoki dari Sergai yang di mana padahal tempat latihannya saja tidak ada. Saya mengenal olahraga hoki dari kampus saya,” ujar Ayu.

Saat disinggung, mengapa dirinya beralih dari atlet voli ke atlet hoki, Ayu menjelaskan, karena pada waktu itu, aktivitas di kampus yang hingga sore hari, membuat dirinya tak sanggup lagi untuk berlatih.

“Saya beralih dari voli ke hoki, karena aktivitas saya di kampus sampai sore, karena saya juga jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) di Unimed, jadi banyakan peraktek. Jadi untuk latihan ke voli itu lagi berat, karena waktu itu latihannya di Lubuk Pakam,” ujar Ayu.

“Saya sudah mengikuti beberapa kejuaran hoki yaitu, di Bandung pada pra-PON kemarin, setelah itu di pra-PON Jakarta outdoor, pada tahun 2015 saya ikut popnas dan 2016 sempat latihan penuh di Pineng Malaysia selama 38 hari, dan pada tahun 2018 saya mengikuti MTGT, Indonesia, Malaysia, Thailand, tingkat internasional antar mahasiswa,” sambungnya.

Untuk PON Papua XX 2021, menurut Ayu pemerintah Sumatera Utara sangat memperhatikan atlet-atlet yang akan berlaga. dari mulai penginapannya, uang saku dan transportasi, walaupun di masa pandemi seperti sekarang ini.

Sedangkan Camat Perbaungan, M Fahmi, saat ditemui di rumah Sri Rahayu pada acara doa bersama dan prosesi tepung tawar mengatakan, ia bersama pemerintah Kabupaten Serdangbedagai sangat mengapriasi sekali, ada warganya mewakili Provinsi Sumatera Utara, khususnya, Kabupaten Serdangbedagai, untuk bertanding di PON Papua XX 2021.

Fahmi mengatakan tentu ini merupakan sebuah kebanggan tersendiri, khususnya Kecamatan Perbaungan.

“Dan atlet ini sudah dilepas pak bupati dan wakil bupati Sergai, mereka berdua sangat memberi perhatian yang cukup lebih untuk para atlet kita. Dan hari ini kami bersama warga Desa Kesatuan, Kecamatan Perbaungan, melakukan doa bersama dan tepung tawar,”katanya.

Camat Perbaungan ini berharap, dengan kegiatan hari ini, bisa memotivasi warga yang lain, mungkin ada Sri Rahayu yang lainnya, di Kecamatan Perbaungan, dan Bahkan Kabupaten Sergai, sehingga PON yang dilaksanakan di tahun 2024 di Sumatera Utara bisa lebih banyak atlet yang muncul di Kabupaten Serdangbedagai.

“Apabila Sri Rahayu bersama tim mendapat mendapat medali Emas, kita akan membuat arak-arak dari Bandara Kualanamu hingga ke Kantor Camat Perbaungan,” ujar Camat Fahmi.

Hal senada juga diungkapkan pelatih cabang olahraga hoki Sumatera Utara pada PON XX Papua 2021, Siti Rahima Gultom.

Persiapannya timnya memang sudah lama, awalnya mulai dari pra-PON 2019, Sri Rahayu khususnya sudah ikut, kemudian pada Januari 2020 sudah dimulai untuk persiapan PON 2021.

Mudah-mudahan persiapan yang cukup lama ini sekitar satu tahun sembilan bulan, Rahima menegaskan Sumatera Utara bisa di puncak prestasi.

“Kebetulan pada pra-PON, Provinsi Sumatera Utara mendapat peringkat dua, jadi apa yang kita minta di KONI semuanya dikasih. Termasuk suplemen, bisa dibilang sama dengan yang konsumsi atlet Indonesia di Asian Games yang lalu,” ujar Rahima.

“Harapan saya selaku pelatih, mudah-mudahan nanti berangkatnya sehat-sehat semua, sampai di Papua sehat, mendapat peringkat satu, dan kembali ke Sumatera Utara dalam keadaan sehat,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *